Sabtu 17 Jul 2021 23:47 WIB

Sumbar Dapat Bantuan 30 Ton Pasokan Oksigen dari Riau

Gubernur Sumbar sebut pasokan oksigen dari Riau tersebut berasal dari PT Indah Kiat

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi. Provinsi Sumatra Barat menerima bantuan oksigen medis sebanyak 30 ton dari Provinsi Riau. Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan Rumah Sakit yang merawat pasien covid-19 di Sumbar.
Foto: Republika/Iit Septyaningsih
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi. Provinsi Sumatra Barat menerima bantuan oksigen medis sebanyak 30 ton dari Provinsi Riau. Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan Rumah Sakit yang merawat pasien covid-19 di Sumbar.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Provinsi Sumatra Barat menerima bantuan pasokan oksigen medis sebanyak 30 ton dari Provinsi Riau. Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan Rumah Sakit yang merawat pasien covid-19 di Sumbar.  

“Terimkasih kami ucapkan pada Gubernur Riau, Syamsuar. Ini menambah stok Sumbar untuk dalam penanganan covid-19,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Sabtu (17/7). Mahyeldi menjelaskan, bantuan tersebut didapatkan setelah dirinya menghubungi langsung Gubernur Riau, Syamsuar.

"Saya hubungi Gubernur Riau, hasil kita dibantu. Pak Wagub juga menghubungi sejumlah instansi agar dapat membantu Sumbar. Seperti Pangdam,” ucap Mahyeldi.

Mahyeldi menjelaskan, oksigen dari Riau tersebut berasal dari PT Indah Kiat. Nantinya menurut Mahyeldi, bantuan oksigen itu akan disalurkan sesuai kebutuhan. Pendistribusian akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sumbar.

Selain bantuan oksigen, Sumbar juga mendapatkan bantuan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) berupa bantuan untuk Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan itu nantinya disalurkan berupa beras sebanyak 10 kg, pada keluarga tidak mampu di daerah yang diterapkan PPKM Darurat. Yakni, Kota Padang, Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi mengatakan selama pelaksanaan PPKM di Sumbar, sudah ada perbaikan indikator."Rumah Sakit di Padang Panjang yang sebelumnya kena sorot, sekarang sudah hijau. Cuma RS di Padang dan Bukittinggi masih kuning karena itu BOR akan coba kita turunkan terus," kata Arry.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement