Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Brunei Unggul Hadapi Pandemi, Sultan Pimpin Langsung Misi

Sabtu 17 Jul 2021 19:50 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nashih Nashrullah

Brunei disebut sebagai negara yang unggul hadapi pandemi Covid-19. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Brunei disebut sebagai negara yang unggul hadapi pandemi Covid-19. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Foto: trekearth.com
Brunei disebut sebagai negara yang unggul hadapi pandemi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR SERI BEGAWAN — Brunei menjadi salah satu negara yang kini dikenal dengan keberhasilannya mengatasi wabah selama pandemi virus corona jenis baru (Covid-19), yang bahkan lebih unggul dibandingkan banyak negara maju.

Saat ini, Brunei mencatat nol kasus tramisi lokal, yang terakhir kali ditemukan pada 6 Mei 2020. Keunggulan negara Asia Tenggara ini diraih dengan tidak sedikit usaha-usaha preventif dan lebih lanjut, yang perlu dicontoh oleh banyak pemerintah di negara lainnya.

Baca Juga

Sejak Januari  tahun lalu, satu bulan setelah wabah pertama kali dikonfirmasi di Wuhan, China, pihak berwenang di negara itu membatasi perjalanan dari Negeri Tirai Bambu. Langkah pencegahan berikutnya dilakukan pada Februari 2020. 

Saat itu, maskapai penerbangan Royal Brunei Airlines menghentikan penerbangan ke Changsha, Haikou, Hangzhou, Nanning, dan Shanghai. Kemudian, penerbangan ke Beijing dan Hong Kong juga dikurangi, ketika otoritas Brunei memulai pemeriksaan di semua pelabuhan masuk ke negara kerajaan itu.

Kementerian Kesehatan Brunei mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada 9 Maret. Pejabat negara itu kemudian bertindak cepat, dengan menyatakan pada 17 Maret bahwa setiap individu yang tiba di Brunei, termasuk warga Brunei yang datang dari luar negeri, harus mengisolasi diri selama dua pekan atau diancam dengan hukuman penjara hingga jangka waktu enam bulan, atau denda hingga 10 ribu dolar AS, atau keduanya.

Selain mengisolasi pendatang dari luar negeri, Brunei melarang warga dałam negeri dan asing meninggalkan negara pada 15 Maret 2020 dalam upaya untuk menahan penyebaran Covid-19. 

Pada 23 Maret 2020, Kementerian Dalam Negeri Brunei memperketat pembatasan dengan memblokir masuknya warga asing dan menutup restoran.

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah menempatkan dirinya di garis depan negara untuk memerangi Covid-19. Dia menasihati masyarakat tentang parahnya pandemi dan menyerukan warga Brunei untuk melakukan langkah-langkah kesehatan untuk mencegah penularan virus, diantaranya rutin membersihkan tangan dan memakai masker. 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA