Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Pengadilan Hukum Eropa Dukung Sikap UEFA Soal Liga Super

Sabtu 17 Jul 2021 17:02 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Penggemar Chelsea melakukan protes di luar stadion Stamford Bridge di London, menentang keputusan Chelsea untuk dimasukkan di antara klub yang berusaha membentuk Liga Super Eropa baru, Selasa (20/4).

Penggemar Chelsea melakukan protes di luar stadion Stamford Bridge di London, menentang keputusan Chelsea untuk dimasukkan di antara klub yang berusaha membentuk Liga Super Eropa baru, Selasa (20/4).

Foto: AP / Matt Dunham
Ini membuat liga super eropa kian sulit terwujud.

REPUBLIKA.CO.ID, NYON -- Pengadilan Hukum Eropa akhirnya mendukung keputusan UEFA untuk menggagalkan Liga Super Eropa. Pengadilan Madrid telah meminta Pengadilan Hukum Eropa untuk meninjau keputusan UEFA, yang menolak kompetisi antarklub elite di benua biru tersebut. UEFA kemudian mengambil tindakan disiplin terhadap Real Madrid, Barcelona dan Juventus.

Walaupun awalnya ada 12 klub yang berminat ikut proyek menggiurkan tersebut, hanya tiga yang bertahan. Sisanya menarik diri dari Liga Super Eropa karena mendapatkan protes dari berbagai pihak, termasuk fan. Penggagas Liga Super itu pun protes karena UEFA dan FIFA dianggap memonopoli sepak bola, dan mencari solusi dalam waktu singkat.

Dikutip dari Marca, Sabtu (17/7), Pengadilan Hukum Eropa menolak pengajuan banding yang dilakukan pengadilan Madrid. Sehingga membuat Real Madrid, Juventus dan Barcelona gigit jari dengan rencana mereka. Batas waktu penyerahan observasi yang relevan adalah 18 Oktober mendatang.

Liga Super Eropa digagas lantaran klub-klub besar merasa pendapatan mereka sudah tidak bisa lagi menutup biaya operasional. Karena itu, dengan sokongan sponsor raksasa, penggagas Liga Super menjanjikan dana besar bagi tiap peserta yang ikut. Sayang, kompetisi ini menggunakan sistem tertutup. Sehingga klub yang berpartisipasi sangat terbatas. Karena itulah kompetisi ini dikecam, dianggap telah merusak maruah sepak bola.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA