Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Beda Pandangan Biden dan Merkel soal Proyek Pipa Gas Rusia

Jumat 16 Jul 2021 23:53 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

Susan Walsh/AP/picture alliance

Susan Walsh/AP/picture alliance

Merkel bertemu Biden dalam kunjungan terakhirnya sebagai kanselir, Kamis (15/07).

Pada kunjungan terakhir Kanselir Jerman Angela Merkel ke Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memujinya dengan ucapan: "teladan hidup yang menciptakan terobosan bagi Jerman dan dunia."

Saat AS dipimpin mantan Presiden Donald Trump, hubungan transatlantik memburuk. Namun, baik Merkel maupun Biden sangat ingin menunjukkan bahwa hubungan itu membaik seiring waktu. "Saya menghargai persahabatan," kata Merkel di Ruang Oval, menyebutkan peran Amerika dalam membangun Jerman yang bebas dan demokratis setelah Perang Dunia Kedua.

Merkel adalah pemimpin Eropa pertama yang mengunjungi Biden di Gedung Putih sejak pelantikannya pada Januari lalu.

Beda pendapat atas pipa gas Nord Stream 2

Terlepas dari keramahan yang terlihat, beberapa perbedaan pendapat tampak jelas. Biden mengulangi keprihatinannya tentang pipa gas Nord Stream 2 yang dibangun di bawah Laut Baltik dari Rusia ke Jerman. Washington khawatir Moskow akan menggunakannya sebagai alat untuk membahayakan Ukraina. Proyek senilai $11 miliar (Rp159 triliun) itu ditargetkan selesai pada September mendatang.

Presiden Biden menegaskan kembali bahwa dia memutuskan untuk tidak memberikan sanksi kepada perusahaan yang mengerjakan pipa gas tersebut karena proyek itu hampir selesai, sebuah keputusan yang menuai kritik dari Demokrat dan Republik.

Namun, Biden mengatakan dia dan Merkel sepakat bahwa Rusia tidak boleh menggunakan energi sebagai senjata geopolitik. "Teman baik bisa tidak setuju," katanya tentang proyek pipa gas selama konferensi pers bersama.

"Kami berdiri bersama dan akan terus berdiri bersama untuk membela sekutu sayap timur kami di NATO melawan agresi Rusia," tambahnya. Merkel mencatat perbedaan pendapat itu, tetapi menekankan poin persatuan antara kedua negara. "Kita semua berbagi nilai yang sama, kita semua memiliki tekad yang sama untuk mengatasi tantangan zaman kita," katanya.

Kekhawatiran berbisnis dengan Cina

Washington dan Berlin juga memiliki pandangan yang berbeda dalam menjalankan bisnis dengan Cina. "Ada banyak pemahaman umum bahwa Cina, di banyak bidang, adalah pesaing kami, bahwa perdagangan dengan Cina perlu bertumpu pada asumsi bahwa kami memiliki level playing field (kondisi lapangan usaha yang adil)," kata Merkel.

Namun, kedua pemimpin itu mengatakan mereka akan membela prinsip-prinsip demokrasi dan hak-hak universal ketika mereka melihat Cina atau negara lain bekerja untuk melemahkan mereka. "Kami bersatu dalam komitmen untuk mengatasi kemunduran demokrasi, korupsi, populisme palsu di Uni Eropa (UE) atau di antara kandidat untuk keanggotaan UE, atau di mana pun kami menemukannya di dunia," kata Biden.

ha/gtp (Reuters)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA