Wednesday, 7 Zulhijjah 1443 / 06 July 2022

Menengok Aksi Gundam Danawa di Dermaga Yamashita

Sabtu 17 Jul 2021 06:02 WIB

Red: Gita Amanda

Robot Gundam Model RX-78F00 di Kompleks Gundam Factory Yokohama, Jepang.

Foto:
Bagi industri robotik Jepang, robot Gundam setinggi 18 meter merupakan lompatan besar

Seniman Jepang, Yoshiyuki Tomino, adalah kreator Gundam, baik yang disajikan dalam bentuk manga maupun anime. Dia menciptakan sosok robot berawak manusia ini sebagai mesin militer penjaga pertahanan negara. Dia percaya, keberadaan robot bukan untuk ditakuti. Sebab, pada dasarnya, robot itu diciptakan untuk kebaikan.

Dia meyakini hukum dasar robotika yang dikemukakan penulis fiksi ilmiah, Isaac Asimov. Menurut Asimov, ada tiga hukum robotika. Pertama, robot tidak boleh melukai manusia. Kedua, robot wajib mematuhi perintah baik manusia. Ketiga, robot berhak melindungi keberadaan dirinya dengan tetap memegang teguh dua asas hukum yang pertama.

Atas dasar rumusan itu, Tomino yakin, keberadaan Gundam akan diterima oleh masyarakat Jepang dan dunia. Dan ternyata, harapannya menjadi kenyataan.

Setakat ini, Gundam sudah menjelma menjadi salah satu waralaba terbesar di Negeri Sakura yang meliputi serial televisi, film, manga, novel dan permainan video. Bahkan, di industri mainan, model robot yang dikenal sebagai Gunpla diminati banyak orang.

Dari catatan perusahaan mainan terbesar keempat di dunia, Bandai Namco, mainan Gunpla disebut menyumbang 20 persen dari keseluruhan penjualan mainan mereka. Untuk memperingati ulang tahun ke-30 seri anime Gundam, pada 2009, perusahaan ini  membangun patung Gundam raksasa di Odaiba, Tokyo.

photo
Robot Gundam Model RX-78F00 di Kompleks Gundam Factory Yokohama, Jepang. - (Dok Pribadi)
 

Atas popularitas Gundam yang tidak pernah redup, pada 2014, Bandai Namco merancang ide untuk menciptakan Gundam setinggi 18 meter yang bisa bergerak. Rencananya, produk kolosal ini akan ditampilkan kepada publik dalam perayaan ulang tahun ke-40 seri anime Gundam.

Untuk mewujudkannya, sebuah proyek yang terdiri atas akademisi, eksper, dan teknisi bidang robotik dibentuk. Proyek ini kemudian dikenal dengan nama Gundam Global Challenge (GGC).

Adalah Shuji Hashimoto, Profesor Emeritus Universitas Waseda, yang kemudian mengepalai proyek GGC ini. Saat dia menyaksikan sendiri Gundam raksasa seberat 25 ton itu bergerak, ia bungah dan berteriak kegirangan.

Meski gerakannya hanya statis, namun bagi industri robotik Jepang, itu merupakan lompatan besar. Sebab, meski Jepang dikenal sebagai gudangnya robot, menggerakkan Gundam setinggi 18 meter bukan hal yang mudah.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA