Sabtu 17 Jul 2021 00:45 WIB

Haji Syudja', Pelaksana Teologi Al Maun (III)

Perkembangan amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah bermula dari rintisan Haji Syudja

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko
suasana Makkah di masa puncak musim haji tempo dulu
Foto: saudigazette.com
suasana Makkah di masa puncak musim haji tempo dulu

IHRAM.CO.ID, Pada 1922, Haji Muhammad Syudja' bersama M Wirjopertomo mendapatkan tugas dari Hoofdbestuur atau Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk memimpin perjalanan haji. Keberangkatan ke Tanah Suci dikoordinasi oleh Bagian Penolong Haji Muhammadiyah.

Di lapangan, Haji Syudja' juga mensurvei kondisi perjalanan jamaah haji asal Hindia Belanda (Indonesia kala itu). Kesempatan ini juga dimanfaatkannya untuk mengenalkan Muhammadiyah pada para tokoh Haramain, komunitas Jawi, serta jamaah haji seluruhnya. Sepulangnya ke Tanah Air, ia membawa berbagai pengalaman dan pengetahuan tentang seluk-beluk haji.

Baca Juga

Pada zaman Indonesia merdeka, Haji Syudja' bersama kawan-kawan membentuk wadah ikatan haji. Namanya, Persatuan Djama'ah Haji Indonesia (PDHI). Melalui organisasi itu, komitmennya untuk memperbaiki sistem perjalanan jamaah haji Indonesia tidak hanya terbatas dalam struktur Muhammadiyah.

Dalam artikelnya, Sang Pelopor Amal Usaha Muhammadiyah, A Suryana Sudrajat menjelaskan kiprah H Syudja' terkait penyelenggaraan haji. Pada 1923, bersama-sama teman-temannya, tokoh Muhammadiyah itu mengkoordiniasi umat Islam Indonesia yang hendak menunaikan haji dengan biaya sendiri. Di antara keperluan yang coba diurusnya ialah menyewa kapal laut. Karena keterbatasan dana, upaya Haji Syudja' tidak berhasil.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement