Jumat 16 Jul 2021 11:48 WIB

Tangani Covid-19, Indonesia Dapat Pinjaman 500 Juta dolar AS

Pinjaman baru itu untuk memperluas distribusi vaksin yang lebih aman dan efektif.

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi
Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB). Indonesia mendapat fasilitas pinjaman baru dari AIIB untuk menangani pandemi Covid-19.
Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB). Indonesia mendapat fasilitas pinjaman baru dari AIIB untuk menangani pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) memberikan pinjaman sebesar 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 7,2 triliun kepada Pemerintah Indonesia. Adapun pemberian pinjaman ini untuk penanganan Covid-19 di Indonesia.

Principal Investment Operations Specialist AIIB Toshiaki Keicho mengatakan, dana pinjaman itu merupakan pendanaan ketiga yang disalurkan oleh AIIB kepada pemerintah Indonesia, di bawah fasilitas pemulihan krisis Covid-19 senilai total 1,5 miliar dolar AS.

Baca Juga

Kucuran pinjaman baru itu ditujukan untuk memperluas distribusi vaksin yang lebih aman dan efektif. "Pemberian vaksin yang aman, efektif, dan merata harus menjadi prioritas utama tahap ini untuk menangani Covid-19," ujar Toshiaki dalam keterangan tulis seperti dikutip Jumat (16/7).

Ia menjelaskan, dana tambahan itu akan disalurkan untuk peningkatan kesiapan sistem kesehatan dan rumah sakit penanganan Covid-19. Termasuk vaksinasi, serta mempertahankan fasilitas kesehatan non-Covid-19 terutama bagi kaum perempuan dan kelompok rentan. Kemudian penguatan laboratorium kesehatan publik, pengawasan dan kapasitas rantai pasokan, termasuk peningkatan sistem cold chain untuk memenuhi standar global penyimpanan serta pendistribusian vaksin.

"Selain itu juga untuk mendukung komunikasi dan koordinasi tanggap darurat, serta distribusi dan manajemen vaksin," ucap dia.

Sebelumnya, Dewan Direksi AIIB telah memberikan pinjaman senilai 750 juta dolar AS pada Mei 2020 dan 250 juta dolar AS pada Juni 2020.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan pemerintah tidak bisa menanggulangi pandemi Covid-19 sendirian. Setidaknya seluruh komponen bangsa harus terlibat di dalamnya, baik pemerintah sebagai regulator, organisasi sosial, instansi, perusahaan, hingga masyarakat harus bersama-sama menghadapi pandemi ini.

Adanya semangat kerja sama dan gotong royong dalam membangun gerakan #Indonesiapastibisa, Kemenkes yakin Indonesia bisa melewati keterpurukan akibat pandemi Covid-19, sehingga seluruh aktivitas bisa kembali normal.

"Disiplin prokes menjadi hal terpenting saat ini. Dengan adanya gerakan #Indonesiapastibisa ini diharapkan bisa mendukung Pemerintah dalam usaha menanggulangi pandemi," ucap Budi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement