Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Sejarah Hari Ini: Presiden Nixon Umumkan Niat Kunjungi China

Kamis 15 Jul 2021 14:59 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Richard Nixon

Richard Nixon

Foto: gidy.com
Kunjungan Nixon ke China menjadi momen penting dalam kebijakan luar negeri Amerika

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Pada 15 Juli 1971, Presiden Amerika Serikat (AS) Richard Nixon mengejutkan bangsa dengan pengumuman bahwa ia akan mengunjungi negara komunis China tahun depan. Pernyataannya menandai titik balik hubungan AS-China serta perubahan besar dalam kebijakan luar negeri Amerika.

Dalam sejarah yang dilansir laman History, sejak Komunis berkuasa di China pada 1949 Nixon telah menjadi salah satu kritikus paling keras terhadap upaya Amerika membangun hubungan diplomatik dengan China. Reputasi politiknya dibangun untuk menjadi sangat anti-komunis, dan dia adalah tokoh utama dalam Red Scare pasca-Perang Dunia II, ketika pemerintah AS meluncurkan penyelidikan besar-besaran terhadap kemungkinan subversi komunis di Amerika.

Pada 1971, sejumlah faktor mendorong Nixon untuk membalikkan pendiriannya terhadap China. Pertama dan terpenting adalah Perang Vietnam. Dua tahun setelah menjanjikan perdamaian dengan kehormatan kepada rakyat Amerika, Nixon tetap bercokol di Vietnam seperti biasanya.

Penasihat keamanan nasionalnya, Henry Kissinger, melihat jalan keluar. Sejak China putus dengan Uni Soviet pada pertengahan 1960-an, China sangat membutuhkan sekutu dan mitra dagang baru. Kissinger menggunakan janji hubungan yang lebih erat dan peningkatan kemungkinan perdagangan dengan China sebagai cara untuk meningkatkan tekanan pada Vietnam Utara, sekutu China, untuk mencapai penyelesaian damai yang dapat diterima.

Lebih penting dalam jangka panjang, Kissinger berpikir China mungkin menjadi sekutu yang kuat melawan Uni Soviet, musuh Perang Dingin Amerika. Kissinger menyebut kebijakan luar negeri semacam itu adalah 'realpolitik', atau politik yang lebih menyukai berurusan dengan negara-negara kuat lainnya secara praktis daripada berdasarkan doktrin atau etika politik.

Nixon kemudian melakukan perjalanan bersejarahnya pada 1972. Dia memulai proses normalisasi hubungan yang panjang dan bertahap antara Republik Rakyat China (RRC) dan AS. Namun, China memiliki pengaruh kecil pada sikap negosiasi Vietnam Utara.

Perang Vietnam pun terus berlarut-larut sampai penarikan AS pada 1973. Selanjutnya, aliansi AS-China yang sedang berkembang tidak memiliki dampak terukur pada hubungan AS-Soviet. Namun, kunjungan Nixon terbukti menjadi momen penting dalam kebijakan luar negeri Amerika. Kunjungan ini membuka jalan bagi presiden AS di masa depan untuk menerapkan prinsip realpolitik dalam urusan internasional mereka sendiri.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA