Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Dosen Universitas BSI Lolos Tahap 1 Matching Fund Kedaireka

Kamis 15 Jul 2021 12:15 WIB

Red: Hiru Muhammad

Kedaireka menjadi terobosan yang digagas oleh Kemendikbud melalui Ditjen Dikti sebagai tempat bertemunya Perguruan Tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI). Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan beragam inovasi.

Kedaireka menjadi terobosan yang digagas oleh Kemendikbud melalui Ditjen Dikti sebagai tempat bertemunya Perguruan Tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI). Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan beragam inovasi.

Foto: istimewa
Melalui Kedaireka Ditjen pendidikan vokasi luncurkan program Match Fund Vokasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kedaireka menjadi terobosan yang digagas oleh Kemendikbud melalui Ditjen Dikti sebagai tempat bertemunya Perguruan Tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI). Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan beragam inovasi.

Melalui Kedaireka, Ditjen Pendidikan Vokasi melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi (PTVP) Kemendikbud Ristek meluncurkan program Matching Fund Vokasi.

Matching Fund Vokasi merupakan program strategi penguatan kolaborasi antara Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) dengan dunia kerja. Maksimal dana yang dibeirkan senilai Rp 3 miliar/ usulan proposal.

Kelompok pengusul dari Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) berhasil lolos dalam tahap 1 program Matching Fund Vokasi 2021. Anantha Zakharia merupakan dosen pengusul dari prodi Sistem Informasi Akuntansi Universitas BSI kampus Bogor.

Anantha bersama anggota lainnya yaitu Taufik Baidawi dari prodi Sistem Informasi dan Endang Lesmana selaku Direktur PT. Nadelsa Kreasi Indonesia. Mereka berhasil lolos dalam tahap 1 Ruang Lingkup Hirilisasi Produk/Teknologi. “Kolaborasi dosen Universitas BSI dan Direktur PT. Nadelsa Kreasi Indonesia tersebut telah menghasilkan sebuah inovasi,” kata Anantha, Senin (12/7).

Ia menyebutkan, hasil inovasi tersebut berupa ‘Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Dengan Sistem Belanja Online to Offline Berkonsep Swalayan Mandiri Menggunakan Miniatur Pasar Keliling’.

“Teknologi yang diusulkan ini diharapkan mampu memberikan solusi yang diperlukan untuk membantu dalam upaya pemulihan ekonomi di Indonesia. Sehingga kegiatan perputaran ekonomi tetap berjalan tanpa adanya penambahan jumlah penderita yang terinfeksi virus Covid-19,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihak kampus memberikan solusi penelitian terapan berupa pengembangan metode pengujian loyalitas pelanggan untuk memvalidasi purwarupa sederhana. Saat ini proses validasi tersebut sedang diuji coba oleh PT Nadelsa Kreasi Indonesia.

“Prototype tersebut berupa pasar keliling yang nantinya pada penelitian ini akan terus disempurnakan menjadi minimum viable product,” katanya.

Ia menjelaskan, pada penelitian ini juga akan menghubungkan pasar keliling tersebut secara online to offline. Hal ini merupakan bagian dari produk berupa sistem belanja online to offline berkonsep swalayan mandiri.

Lanjutnya, pada konsep ini, pelanggan bisa memesan consumer good via online dan pelanggan bisa memilih produk secara offline pada prototype pasar keliling.

“Program ini dapat menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk dapat belajar di lapangan untuk mengamati permasalahan yang terjadi di masyarakat,” ungkapnya,

Dalam program ini juga, melibatkan enam mahasiswa Univeristas BSI. Dengan begitu mahasiswa dapat belajar langsung di lapangan untuk mengamati permasalahan yang terjadi di masyarakat.

“Selain itu juga, mahasiswa mendapatkan pengalaman untuk bekal memasuki dunia kerja, serta melakukan pembahasan dalam rangka mendukung luaran dan pengembangan dari penelitian tersebut,” katanya.

Hal ini merupakan kegiatan hilirisasi inovasi Perguruan Tinggi Vokasi, dalam rangka menciptakan ekosistem Merdeka Belajar - Kampus Merdeka. Sehingga, apabila sistem ini berjalan dan menguntungkan dunia usaha akan memberikan efek positif kepada penyerapan dunia kerja saat pandemi Covid-19 berlangsung.

“Dengan demikian, jumlah angka pengangguran akan berkurang karena sudah didukung oleh angkatan kerja yang selaras dengan kebutuhan dunia industri,” tambahnya.

Anantha berharap, inovasi yang telah digagas ini mampu membantu aktivitas usaha tetap mempunyai pendapatan di pandemi tanpa menambah peluang penyebaran Covid-19.

Rektor Universitas BSI, Dr Mochamad Wahyudi menyambut baik kabar tersebut. Ia berharap dosen dari Universitas BSI bisa dapat lolos ke tahap selanjutnya. 

“Alhamdulillah, semoga dapat lolos ke tahap selanjutnya. Hal ini juga dapat menjadi contoh untuk para dosen dan seluruh civitas akademika yang ada di Universitas BSI. Tentunya untuk dapat berkolaborasi dengan dunia industri dan menciptakan karya inovasi yang dapat bermanfaat,” kata Wahyudi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/7).

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA