Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Kasus Covid-19 di AS Kembali Naik

Kamis 15 Jul 2021 11:37 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Di depan bendera Amerika, perawat Lillian Wirpsza, kiri, memberikan vaksin COVID-19 kepada Shylee Stewart, perawat persalinan dan persalinan di Rumah Sakit Universitas George Washington, Senin, 14 Desember 2020 di Washington.

Di depan bendera Amerika, perawat Lillian Wirpsza, kiri, memberikan vaksin COVID-19 kepada Shylee Stewart, perawat persalinan dan persalinan di Rumah Sakit Universitas George Washington, Senin, 14 Desember 2020 di Washington.

Foto: AP/Jacquelyn Martin/AP Pool
Jumlah kasus baru Covid-19 per hari di AS berlipat ganda selama tiga minggu terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kurva infeksi virus corona di Amerika Serikat (AS) kembali meningkat, setelah mengalami penurunan berbulan-bulan. Jumlah kasus baru Covid-19 per hari berlipat ganda selama tiga minggu terakhir.

Peningkatan jumlah kasus didorong oleh varian Delta yang menyebar cepat, tingkat vaksinasi yang tertinggal, dan pertemuan dalam perayaan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan, meskipun memiliki salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, infeksi harian baru di AS telah berlipat ganda selama dua minggu terakhir menjadi rata-rata sekitar 24 ribu. Sementara kematian yang terkait dengan virus corona menurun sekitar 260 per hari.

"Jelas bukan kebetulan bahwa kami melihat waktu yang tepat untuk memperkirakan kasus terjadi setelah akhir pekan pada 4 Juli," kata Co-direktur Divisi Penyakit Menular di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di  St. Louis, Bill Powderly, dilansir Aljazirah, Kamis (15/7).

Secara nasional, 67,7 persen orang dewasa Amerika telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin Covid-19. Sementara lima negara bagian  memiliki tingkat vaksinasi yang lebih rendah.

Kenaikan jumlah kasus tersebut telah mendorong otoritas kesehatan di Los Angeles County dan St Louis mendesak penduduk, termasuk mereka yang telah divaksinasi, untuk kembali mengenakan masker di depan umum. Pejabat di kota Chicago mengumumkan bahwa, pelancong yang tidak divaksinasi dari Missouri dan Arkansas harus dikarantina selama 10 hari atau memiliki bukti tes Covid-19 negatif.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) mengatakan, bahwa Meksiko, serta beberapa negara di Amerika Tengah dan Selatan mengalami peningkatan infeksi baru. Tingkat vaksinasi di wilayah tersebut sangat rendah. 

“Sementara kasus baru turun hampir 20 persen dari minggu lalu, banyak negara termasuk Amerika Serikat, melihat kebangkitan infeksi,” kata Direktur PAHO Carissa Etienne 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA