Rabu 14 Jul 2021 22:37 WIB

Wapres Minta Penanganan Covid-19 di Banten Lebih Intensif

Data Kemenkes mencatat ada 4.016 kasus Covid-19 di Banten

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Wakil Presiden Maruf Amin Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar penanganan Covid-19 di Banten lebih insentif. Hal ini karena kasus baru positif Covid-19 di Banten menduduki urutan keempat tertinggi secara nasional.
Foto: Dok KIP/Setwapres
Wakil Presiden Maruf Amin Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar penanganan Covid-19 di Banten lebih insentif. Hal ini karena kasus baru positif Covid-19 di Banten menduduki urutan keempat tertinggi secara nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar penanganan Covid-19 di Banten lebih insentif. Hal ini karena kasus baru positif Covid-19 di Banten menduduki urutan keempat tertinggi secara nasional.

Data Kementerian Kesehatan pada 13 Juli 2021 mencatat, terdapat 4.016 kasus Covid-19 terkonfirmasi di Banten."Saya kira di Banten juga masih cukup tinggi hingga mungkin memerlukan suatu penanganan yang lebih [intensif],” kata Wapres saat membuka Rapat Koordinasi  dengan Gubernur Banten dan seluruh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Banten (Provinsi, Kabupaten, dan Kota) terkait Penanganan Covid-19 melalui konferensi video, Rabu (14/7).

Wapres menyampaikan, berdasarkan laporan yang diterima, tingginya laju penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten ini salah satunya disebabkan oleh masih rendahnya kepatuhan menerapkan protokol kesehatan 3M memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Di sisi lain, pelaksanaan 3T testing, tracing, dan treatment yang masih rendah juga menjadi faktor pendorong tingginya laju penyebaran Covid-19.

“Selain itu juga tingkat pelaksanaan 3T ya, testing, tracing dan treatmentnya. Testing ini kalau testingnya itu sedikit, itu berarti yang bisa diketahui juga sedikit, ya. Ini karena itu juga menjadi perhatian. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan saya melihat bahwa di Banten juga masih agak rendah,” ungkapnya.

Ma'ruf juga menekankan tentang pentingnya pemberian vaksinasi Covid-19 untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Sebab, cakupan vaksinasi di Banten khususnya bagi tenaga kesehatan dan lansia masih rendah dan perlu mendapat perhatian.

“Menurut laporan disini, vaksinasinya itu seharusnya Banten itu dengan penduduk sekitar 11.9 juta jiwa, itu untuk mencapai herd immunity vaksinnya harus mencapai 8 juta orang, dengan target 50.000 orang per-hari," katanya.

Namun, berdasarkan evaluasi pelaksanaan vaksinasi di Banten, per-12 Juli 2021, dari 1,63 juta target tahap 1 dan tahap 2, untuk sasaran tenaga kesehatan baru terdapat 1,15  juta dan juga termasuk lansia.

"Dengan mempertimbangkan masih rendahnya cakupan vaksinasi lansia juga masih jauh dari target sasaran. Ini juga perlu mendapat perhatian,” kata Wapres.

Dalam acara yang digelar virtual itu hadir diantaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Ganip Warsito, Gubernur Banten Wahidin Halim, Jajaran Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten, dan para Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, serta Staf Khusus Wapres Bambang Widianto dan Masduki Baidlowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement