Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

MA Kabulkan PK Mantan Direktur PTPN III

Kamis 15 Jul 2021 02:14 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Muhammad Hafil

Gerbang Mahkamah Agung (Ilustrasi)

Gerbang Mahkamah Agung (Ilustrasi)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
MA Kabulkan PK Mantan Ditektur PTPN III

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan pengajuan Peninjauan Kembali Mantan Direktur PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Dolly Paragutan Pulungan. Ia merupakan terdakwa kasus suap Distribusi Gula di PTPN III (Persero) Tahun 2019. 

Dalam putusannya, hukuman Dolly  dipangkas menjadi empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.  Sebelumnya, di tingkat pertama PN Jakarta Pusat, Dolly divonis lima tahun penjara.

Baca Juga

"Perkara  no. 237 PK/Pid.Sus/2021 dalam perkara Terpidana Dolly Parlagutan Pulungan, amar putusan mengabulkan permohonan PK Pemohon/Terpidana, batal putusa judex facti," kata Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro saat dihubungi, Rabu (14/7).

Andi Samsan mengungkapkan, alasan dikabulkannya PK Dolly lantaran  Pemohon PK merupakan korban pemerasan dengan ancaman kekerasan dan penipuan yang dilakukan oleh saksi Arum Sabil. Adapun, putusan tersebut dijatuhkan pada hari Senin (12/7) oleh Majelis hakim yang dipimpin oleh Suhadi sebagai ketua majelis hakim yang didampingi oleh Mohammad Askin dan Eddy Army.

Sebelumnya, Dolly telah divonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan, karena dinilai terbukti menerima suap sebesar 345 ribu dolar Singapura (sekitar Rp3,55 miliar) dari Dirut PT Fajar Mulia Transindo Pieko Nyotosetiadi terkait distribusi gula.

Vonis tersebut berdasarkan dakwaan pertama dari Pasal 12 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA