Legenda Italia Sebut Media Inggris Itu Picik

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Muhammad Akbar

Bukayo Saka dari Inggris terlihat sedih setelah kalah dalam adu penalti saat rekan setimnya menghiburnya
Bukayo Saka dari Inggris terlihat sedih setelah kalah dalam adu penalti saat rekan setimnya menghiburnya Foto: Al Jazeera.com
Italia menang berkat kerendahan hati yang mereka tunjukkan

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Mantan kampiun Piala Dunia 1982 bersama timnas Italia, Fulvio Collovati mengeklaim media sepak bola asal Inggris terlalu arogan, dan hanya menilai sepak bola mereka sendiri.

"Media Inggris hanya tahu tentang sepak bola mereka sendiri, bukan pertandingan internasional. Saya mendapat kesan bahwa mereka hanya tahu sedikit tentang sepak bola di luar Inggris, mereka sangat picik," tuding Collovati kepada Calciomercato dilansir Football Italia, Rabu (14/7).

Gli Azzurri, julukkan timnas Italia berhasil memenangkan Euro 2020 melalui adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal, yang berlangsung di Stadion Wembley, Senin (12/7) waktu setempat.

Ketiga gol Italia pada momen adu penalti dicetak oleh Federico Bernardeschi, Dominico Berardi, dan Leonardo Bonucci. Sedangkan tiga algojo Inggris Marcus Rashford, Jadon Sancho, pun Bukayo Saka gagal mengeksuksi penalti.

Collovati yang pernah berkostum Inter Milan menilai Italia menang berkat kerendahan hati yang mereka tunjukkan sebelum dan selama pertandingan berlangsung.

"Italia menunjukkan itu, dan mungkin inilah mengapa mereka dikejutkan oleh Italia di Euro. Inggris terlalu lancang serta arogan," sambung mantan bek berusia 64 tahun.

Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018, namun kini anak asuh Roberto Mancini tak terkalahkan dalam 34 pertandingan dan dinobatkan sebagai Raja Eropa.

Collovati lantas melihat masalah di lini belakang untuk tim Inggris dibandingkan dengan duet bek Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci.

Kata dia, Inggris memang tampil bertahan secara penuh. Akan tetapi, mereka terlihat tidak mengetahui bagaimana cara bertahan dengan baik, pun menempatkan diri ketika satu lawan satu dengan pemain yang berkaki kanan atau kiri.

"Lihat saja betapa mudahnya Chiesa lolos dari bek Inggris, bek Inggris memiliki sikap serta postur pergerakan yang salah. Ini tentang mengantisipasi pergerakan dalam situasi ini, dan Chiellini, dia tahu bagaimana melakukannya. Inggris tidak mengajarkan  dasar-dasar cara bertahan," kata dia.

Terkait


Manajer Arsenal Mikel Arteta selama pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Arsenal FC dan Fulham FC di London, Inggris, 18 April 2021.

Ini Dukungan Arteta untuk Bukayo Saka yang Hatinya Hancur

Manajer Arsenal Mikel Arteta memberi isyarat selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Sheffield United dan Arsenal di stadion Bramall Lane di Sheffield, Inggris, Minggu, 11 April 2021.

Arteta Yakin Saka Segera Bangkit dari Pelecehan Rasialis

Bek Inggris Harry Maguire.

Ayah Maguire Cedera Tulang Rusuk karena Ricuh di Wembley

Usain Bolt.

Usain Bolt Kutuk Serangan pada Trio Algojo Penalti Inggris

 Federico Chiesa dari Italia (kanan), melakukan tembakan ke gawang saat final kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Inggris dan Italia di Stadion Wembley di London,Senin (12/7) dini hari WIB.

Mantan Bek Italia Kritik Habis Inggris dan Media Lokalnya

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image