Kamis 15 Jul 2021 04:10 WIB

JPMorgan: Langkah El Salvador Gunakan Bitcoin Bebani Jaringan

JPMorgan mengkritik deklarasi El Salvador tentang Bitcoin sebagai alat pembayaran sah

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
JPMorgan: Langkah El Salvador Gunakan Bitcoin Bebani Jaringan (Foto: Unsplash/Executium)
JPMorgan: Langkah El Salvador Gunakan Bitcoin Bebani Jaringan (Foto: Unsplash/Executium)

Megabank Amerika JPMorgan terus mengkritik deklarasi El Salvador tentang Bitcoin (BTC) sebagai alat pembayaran yang sah, memperingatkan potensi risiko bagi negara dan cryptocurrency.

Kelompok ahli JPMorgan yang dipimpin oleh ekonom Steven Palacio merilis sebuah laporan yang menunjukkan bahwa El Salvador mengadopsi BTC sebagai alat pembayaran yang sah dapat membebani jaringan Bitcoin, Bloomberg melaporkan pada hari Minggu.

Baca Juga: Anggota Kongres Paraguay Rencana Kenalkan Bitcoin ke Pemerintahan

Para ahli mengatakan bahwa Bitcoin sangat tidak likuid, mencatat bahwa sebagian besar volume perdagangan Bitcoin diinternalisasi oleh bursa utama, dengan lebih dari 90% Bitcoin tidak berpindah tangan dalam lebih dari setahun.

Penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara seperti El Salvador berpotensi menempatkan "pembatasan signifikan" pada kemampuan Bitcoin untuk berfungsi sebagai alat tukar, para ahli JPMorgan mencatat, menunjuk pada likuiditas dan sifat perdagangan mata uang kripto.

"Aktivitas pembayaran harian di El Salvador akan mewakili 4% dari volume transaksi on-chain baru-baru ini dan lebih dari 1% dari total nilai token yang telah ditransfer antar-dompet pada tahun lalu," kata mereka dikutip dari Cointelegraph, Selasa (13/7/2021).

Para ahli JPMorgan juga mencatat tantangan lain yang terkait dengan adopsi Bitcoin El Salvador sebagai alat pembayaran yang sah, termasuk dampak potensial pada sistem moneter di samping dolarisasi resmi.

Ketidakseimbangan permintaan yang terus-menerus untuk konversi Bitcoin dan dolar Amerika Serikat dapat "mencopot likuiditas dolar dalam negeri" dan pada akhirnya menimbulkan risiko fiskal dan neraca pembayaran, tambah laporan itu.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, parlemen El Salvador meloloskan RUU untuk mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada awal Juni, dengan Presiden Nayib Bukele menyatakan bahwa menerima Bitcoin akan menjadi wajib untuk semua bisnis.

Sejumlah regulator dan lembaga keuangan global menyatakan skeptis atas langkah tersebut, dengan peringatan Dana Moneter Internasional tentang potensi konsekuensi hukum dan keuangan. Analis JPMorgan menyarankan bahwa adopsi Bitcoin El Salvador dapat membahayakan negosiasi IMF.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement