Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Wakil Perdagangan AS-Inggris Perkuat Hubungan Bilateral

Rabu 14 Jul 2021 08:48 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Wakil Perdagangan Amerika Serikat (AS) Katherine Tai dan Menteri Negara untuk Perdagangan Internasional Inggris Liz Truss bertemu di Washington.

Wakil Perdagangan Amerika Serikat (AS) Katherine Tai dan Menteri Negara untuk Perdagangan Internasional Inggris Liz Truss bertemu di Washington.

Foto: Andi Rain/EPA-EFE
Keduanya sepakat untuk bekerja sama untuk memperkuat sistem perdagangan internasional

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Wakil Perdagangan Amerika Serikat (AS) Katherine Tai dan Menteri Negara untuk Perdagangan Internasional Inggris Liz Truss bertemu di Washington. Kantor Perwakilan Dagangan AS mengatakan dalam pertemuan Selasa (13/7) kemarin kedua belah pihak sepakat memperkuat hubungan bilateral.

Tai dan Truss sepakat menggelar gencatan senjata dalam sengketa perdagangan mengenai bantuan untuk produsen pesawat Airbus dan Boeing.

Baca Juga

"(Gencatan senjata menciptakan wadah) untuk kolaborasi di masa depan dalam menghadapi tantangan bersama, termasuk yang ditimbulkan praktik anti-kompetisi China dan ekonomi non-pasar lainnya," kata kantor Tai, Rabu (14/7).

Keduanya juga menekankan pentingnya kompetisi sehat dalam perekonomian global. Mereka sepakat untuk bekerja sama untuk memperkuat sistem perdagangan internasional dan mengatasi isu-isu kerja paksa.

Truss mengatakan mereka mendiskusikan kerja sama dalam mengatasi praktik perdagangan tidak adil, serta membuat progres dalam kerja sama memproduksi pesawat sipil besar dan meningkatkan hubungan dagang senilai 196 miliar poundsterling atau 270,75 miliar dolar AS.

"Perdagangan = pertumbuhan = lapangan kerja," cicit Truss di Twitter.

Dalam kunjungannya selama lima hari di AS, Truss juga berkunjung ke West Coast. Ia mempromosikan Inggris sebagai destinasi investasi teknologi.

Inggris dan AS mulai menggelar pembicaraan perdagangan bebas pasca-Brexit ketika Donald Trump masih presiden. Tapi gagal mencapai kesepakatan sebelum Joe Biden menjabat bulan Januari lalu. Pemerintah Biden menunda semua kesepakatan perdagangan baru sambil meninjau kebijakan perdagangan pemerintah Trump. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA