Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Pelatih Arsenal Sampaikan Dukungan untuk Bukayo Saka

Rabu 14 Jul 2021 07:00 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto

Pemain muda timnas Inggris, Bukayo Saka.

Pemain muda timnas Inggris, Bukayo Saka.

Foto: AP/Nick Potts/PA
Menurut Arteta, Saka memiliki karakter yang kuat sebagai seorang pemain sepak bola.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyampaikan dukungan untuk salah satu pemainnya, Bukayo Saka, setelah membela timnas Inggris di Euro 2020. Menurut Arteta, Saka memiliki karakter yang kuat sebagai seorang pemain sepak bola.

Saka bersama Marcus Rashford dan Jadon Sanco diketahui menjadi korban diskriminasi rasial setelah gagal mengeksekusi penalti di final Euro 2020 kontra Italia, Senin (12/7) WIB. Namun, ketiganya juga mendapatkan dukungan besar dari publik untuk tetap bersemangat dalam meniti karier profesional.

Dukungan juga disampaikan oleh pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate, dan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. Pihak berwajib pun sedang melakukan investigasi tentang hal ini. Sementara Arteta yang bertanggung jawab di klub juga memberikan komentar positif untuk Saka.

Pemerintah Inggris akan memanggil perusahaan media sosial untuk membantu menangani perilaku warganet yang masih menunjukkan aktivitas diskriminasi.

"Ya, saya mengirim pesan kepadanya. Dia akan baik-baik saja karena punya karakter yang kuat. Dia mendapat banyak pesan cinta dan dukungan dari dunia sepak bola, tidak hanya Arsenal tapi di timnas dan warga Inggris. Mereka tidak berhak mendapat diskriminasi itu," kata Arteta seperti dilansir Sky Sports, Rabu (14/7).

Saka yang baru membela timnas Inggris senior sejak Oktober 2020 itu mendapat kepercayaan penuh dari Southgate untuk kembali membawa negaranya di Euro. Dengan usia yang baru 19 tahun, ini merupakan salah satu prestasi bagi sang pemain.

Arteta berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk mengevaluasi satu sama lain. Pelatih asal Spanyol itu ingin penggunaan media sosial lebih bijak di masa depan.  

"Dia sudah melalui musim kompetisi yang fenomenal. Dalam sepa kbola, Anda selalu ingin jadi yang terbaik. Mungkin usianya memang baru 19 tahun, tapi tidak ada pengecualian bagi siapapun untuk mendapat perlakuan (diskriminasi) seperti itu," jelas Arteta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA