Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Indonesia Kembali Terima 3 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca

Rabu 14 Jul 2021 06:13 WIB

Rep: Fergi Nadira Bach/ Red: Bayu Hermawan

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi

Foto: UN Watch
Indonesia kembali terima tiga juta dosis vaksin AstraZeneca melalui Covax.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia kembali menerima vaksin AstraZeneca gratis melalui skema kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) Covax Facility. Sebanyak 3.476.400 dosis vaksin AstraZeneca tiba di Jakarta pada Selasa (13/7) malam.

"Hingga 13 Juli, Indonesia telah menerima vaksin jadi secara gratis dari jalur multilateral sebesar 14.704.806 dosis," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) dalam konferensi pers virtual, Selasa.

Baca Juga

Indonesia juga telah menerima vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku sejumlah 10.000.280 dosis pada Senin (12/7). Sedangkan pada Selasa (13/7) siang, Indonesia juga telah menerima vaksin Sinopharm dalam bentuk jadi sejumlah 1.408.000.

"Dengan kedatangan vaksin vaksin ini, maka kita telah mengamankan dan menerima 137.611.549 dosis vaksin, baik dalam bentuk bahan baku maupun vaksin jadi," jelasnya.

Menlu Retno mengatakan, vaksin Moderna yang didapat dari jalur multilateral juga akan diterima kembali pada tahap dua dari Amerika Serikat (AS) beberapa hari ke depan. Sementara dose-sharing jalur bilateral dengan Jepang juga akan tiba di Indonesia pada pengiriman yang kedua, begitupun bilateral dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Menlu Retno sempat memimpin pertemuan ke-5 Covax AMC Engagement Group bersama Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada. Dalam pertemuan tersebut, Menlu memaparkan soal tantangan yang dihadapi Covax dalam hal pasokan vaksin.

Dalam hal itu, terjadi keterlambatan pengiriman kepada peserta Covax termasuk anggota Advance Market Commitment (AMC), di mana Indonesia termasuk di dalamnya. Di tengah semua tantangan tersebut, Covax terus bekerja keras agar pasokan vaksin bagi semua negara, terutama negara berkembang dapat terus ditingkatkan.

"Jadi diperkirakan pasokan vaksin akan lebih baik mulai September-Oktober dan seterusnya," tutur Menlu Retno.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA