Selasa 13 Jul 2021 15:01 WIB

Warner Bros tak Berminat Lanjutkan Film Versi Snyder Cut

Sebagai sosok sineas, Zack Snyder memiliki basis penggemar yang kuat.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Justice League karya Zack Snyder. Pihak studio, Warner Bros, tak berminat untuk melanjutkan film versi Snyder Cut (ilustrasi).
Foto: HBO Max
Justice League karya Zack Snyder. Pihak studio, Warner Bros, tak berminat untuk melanjutkan film versi Snyder Cut (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BURBANK -- Perjalanan menuju perilisan film Justice League versi Zack Snyder yang dikenal dengan Snyder Cut memicu banyak perbincangan. Bahkan, menjadi salah satu film yang paling banyak di-tweet sepanjang masa.

Dengan semua popularitas itu, muncul pertanyaan mengapa Warner Bros enggan melanjutkan Snyderverse, alias cerita DC di semesta Snyder. Studio pun tidak membicarakan tentang kinerja streaming.

Awalnya, Zack Snyder telah digantikan oleh Joss Whedon untuk menyutradarai film Justice League yang dirilis di bioskop. Sinema yang tayang pada 2017 itu dianggap lebih sesuai dengan apa yang diinginkan studio.

Tone ringan dan komedi memang lebih mengemuka di film bioskop, ketimbang Snyder Cut. Versi Snyder berdurasi lebih dari empat jam dan tayang di platform streaming HBO Max pada Maret 2021.

Sebagai sosok sineas, Snyder memiliki basis penggemar yang kuat. Banyak orang yang berharap studio bakal mengikuti pendekatan Snyder untuk film-film DC mendatang. Sayangnya, hal itu mustahil untuk saat ini.

Dilansir di laman Screen Rant, Selasa (13/7), CEO Warner Bros Ann Sarnoff menyatakan secara resmi bahwa pihaknya tidak berniat melanjutkan cerita DC sesuai Snyder Cut. Studio merasa tidak perlu merilis angka kinerja sinema itu di layanan streaming.

HBO Max pun tidak terbuka mengomentari kinerja film atau berapa banyak pelanggan yang ditarik ke platform dari sinema itu. Bagaimanapun, data streaming adalah hak milik dan hanya benar-benar diketahui oleh streamer

Sementara Warner Bros tidak membuat pernyataan apa pun tentang kinerja Snyder Cut, Netflix melakukan sebaliknya. Netflix memuji kinerja film Army of the Dead arahan Snyder, berharap itu menjadi salah satu film orisinal Netflix yang paling banyak ditonton.

Meski demikian, Netflix juga tidak menjelaskan dengan jelas apa yang menjadi kriteria tontonan top. Begitu pula data-data yang relevan untuk benar-benar membandingkan penayangan dengan film lainnya tidak dipublikasikan.

Kembali ke Snyder Cut, keputusan Warner Bros untuk tidak melaporkan apa pun tentang angka-angka tersebut sepenuhnya berakar pada tekad mereka menjauh dari Snyderverse. Mereka tidak mau merayakan apa pun dari film tersebut, walaupun mungkin kinerjanya bagus.

Apakah pilihan untuk mengubur film dan melanjutkan ke arah baru bisa terbayar dalam jangka panjang, masih harus dilihat. Satu hal yang pasti, cerita Snyder yang belum selesai akan menggantung di film DC lainnya selama bertahun-tahun yang akan datang.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement