Selasa 13 Jul 2021 07:45 WIB

Pembunuh Presiden Haiti Punya Hubungan dengan Badan Hukum AS

Presiden Haiti Moise mengalami penyiksaan sebelum dibunuh

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
 Tersangka dalam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise duduk di lantai dengan tangan diborgol setelah ditahan, di Direktorat Jenderal polisi di Port-au-Prince, Haiti, Kamis, 8 Juli 2021. Seorang hakim Haiti yang terlibat dalam penyelidikan pembunuhan mengatakan bahwa Presiden Moise ditembak belasan kali dan kantor serta kamar tidurnya digeledah.
Foto: AP/Jean Marc Hervé Abélard
Tersangka dalam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise duduk di lantai dengan tangan diborgol setelah ditahan, di Direktorat Jenderal polisi di Port-au-Prince, Haiti, Kamis, 8 Juli 2021. Seorang hakim Haiti yang terlibat dalam penyelidikan pembunuhan mengatakan bahwa Presiden Moise ditembak belasan kali dan kantor serta kamar tidurnya digeledah.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Salah satu pria Amerika Haiti yang diduga terlibat dalam pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise, memiliki hubungan dengan badan penegak hukum Amerika Serikat (AS). Pihak berwenang Haiti pekan lalu menangkap dua pria Amerika Haiti, yaitu Joseph Vincent (55 tahun) dan James Solages (35 tahun). 

Sebuah sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan, Solages dan Vincent mengaku kepada penyelidik bahwa mereka adalah penerjemah untuk unit komando Kolombia yang memiliki surat perintah penangkapan. Tetapi ketika Solages dan Vincent tiba, mereka menemukan Moise sudah meninggal dunia.

Baca Juga

Dalam pernyataan di sebuah website, Solages menggambarkan dirinya sebagai agen diplomatik bersertifikat, dan mantan kepala komandan pengawal untuk kedutaan Kanada di Haiti. Pernyataan itu dibuat di situs web amal yang dia kelola. Miami Herald mengutip seorang pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya mengatakan, satu dekade lalu, Solages bekerja untuk sebuah perusahaan yang menyediakan jasa keamanan untuk kedutaan Kanada di Haiti.

"Kami mengetahui tuduhan yang melibatkan seseorang yang pernah dipekerjakan sebagai pengawal cadangan oleh sebuah perusahaan keamanan yang disewa oleh Global Affairs Canada pada 2010," tulis Miami Herald mengutip pejabat tersebut.

Sementara, berdasarkan catatan di Florida, Solages telah memegang izin petugas keamanan dan senjata api. Sumber pemerintahan AS yang tidak disebutkan namanya, tidak menjelaskan lebih lanjut tentang identitas kedua pria itu atau bagaimana hubungan mereka dengan badan penegak hukum AS.

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement