Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Terinfeksi Dua Varian Sekaligus, Kok Bisa?

Selasa 13 Jul 2021 06:00 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Tes serologi (Ilustrasi). Belgia mencatat satu kasus koinfeksi pertama yang melibatkan dua varian virus penyebab Covid-19 secara simultan.

Tes serologi (Ilustrasi). Belgia mencatat satu kasus koinfeksi pertama yang melibatkan dua varian virus penyebab Covid-19 secara simultan.

Foto: www.freepik.com
Warga Belgia wafat setelah terinfeksi dua varian SARS-CoV-2 sekaligus.

REPUBLIKA.CO.ID, AALST -- Seorang warga Belgia berusia 90 tahun meninggal setelah menderita infeksi simultan dari dua varian Covid-19. Perempuan yang belum divaksinasi itu dinyatakan positif setelah masuk ke rumah sakit OLV di Aalst pada Maret 2021 lalu.

Dilansir laman Fox News, Senin (12/7), nenek tersebut dibawa ke rumah sakit setelah terjatuh beberapa kali. Tingkat saturasi oksigennya tersebut pada awalnya baik. Akan tetapi, kondisinya memburuk dengan cepat.

Menurut laporan Guardian, nenek itu meninggal lima hari kemudian. Autopsi mengungkapkan, dia terinfeksi varian Alpha dan Beta sebelum kematiannya.

"Ini adalah salah satu kasus koinfeksi pertama yang terdokumentasi dengan dua varian SARS-CoV-2 yang menjadi perhatian (variant of interest)," kata pihak dari rumah sakit OLV yang diwakili oleh Anne Vankeerberghen. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA