Senin 12 Jul 2021 19:08 WIB

Puskesmas Se-Kota Surabaya Buka 24 Jam untuk Atasi Covid-19

Ambulans di Kota Surabaya juga akan dioperasikan 24 jam

Red: Nur Aini
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada seorang warga lanjut usia (lansia) di Puskesmas Pakis, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/2/2021). Pada vaksinasi COVID-19 tahap kedua ini, warga lansia menerima suntikan vaksin sebagai bagian dari upaya penanggulangan pandemi.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 kepada seorang warga lanjut usia (lansia) di Puskesmas Pakis, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/2/2021). Pada vaksinasi COVID-19 tahap kedua ini, warga lansia menerima suntikan vaksin sebagai bagian dari upaya penanggulangan pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Puskesmas se-Kota Surabaya, Jawa Timur, memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dengan beroperasi selama 24 jam.

"Insya Allah pelayanan kesehatan masyarakat di puskesmas dibuka 24 jam, termasuk dengan ambulans yang siap 24 jam," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Senin (12/7).

Baca Juga

Eri berharap, ketika ada warga Kota Pahlawan yang merasa kurang sehat, dapat langsung memanfaatkan pelayanan kesehatan masyarakat (PKM) di puskesmas terdekat, meski saat kondisi tengah malam. Wali kota menjelaskan ketika ada warga yang memanfaatkan layanan di PKM dan hasil tes cepat antigennya positif, maka secara otomatis akan dirujuk ke tempat perawatan khusus untuk gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG).

Saat ini, kata dia, pihaknya telah menyediakan dua lokasi perawatan khusus di Asrama Haji dan Rumah Sakit Lapangan Tembang (RSLT). "Di lantai atas RSLT itu ada dua tempat. Itu akan digunakan untuk pasien Covid-19 yang gejala ringan dan OTG," katanya.

Melalui rujukan ini, Eri berharap ketika ada warga yang melakukan isolasi di rumah, tetapi kondisinya tidak layak, dapat memanfaatkan fasilitas perawatan di dua tempat tersebut. Langkah itu dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di lingkungan keluarga.

"Saya berharap warga Surabaya kalau tes antigennya positif, maka akan ditempatkan di Asrama Haji atau RSLT lantai dua," katanya.

Sementara itu, apabila ada pasien yang mengalami gejala sesak napas, Eri ingin supaya warga tersebut mendapat perawatan intensif melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soewandhie. Menurutnya, pola rujukan seperti ini diterapkan untuk memaksimalkan layanan kesehatan di Kota Pahlawan.

"Sehingga harapan kami warga Surabaya kalau ada yang sesak, butuh pertolongan, bisa langsung ke RSUD dr Soewandhie. Sehingga pelayanan IGD bisa maksimal untuk warga Surabaya yang mengalami gejala yang berat," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement