Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

IHSG Ditutup Menguat, Imbas Pelonggaran Bank Sentral China

Senin 12 Jul 2021 17:15 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona positif pada perdagangan awal pekan ini, Senin (12/7). IHSG ditutup menguat 0,64 persen atau naik 38 poin ke level 6.078,56.

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona positif pada perdagangan awal pekan ini, Senin (12/7). IHSG ditutup menguat 0,64 persen atau naik 38 poin ke level 6.078,56.

Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
IHSG ditutup menguat 0,64 persen atau naik 38 poin ke 6.078,56

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona positif pada perdagangan awal pekan ini, Senin (12/7). IHSG ditutup menguat 0,64 persen atau naik 38 poin ke level 6.078,56. 

Sektor konsumer nonsiklikal, kesehatan, keuangan bergerak positif dan mendominasi kenaikan IHSG kali ini. Sementara, investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp 867 miliar. 

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, pasar saham Asia bergerak mayoritas menguat seiringan pelonggaran kebijakan moneter Bank Sentral China. "Kebijakan ini ikut membantu memberikan ketenangan pada pelaku pasar," tulis riset Pilarmas, Senin (12/7). 

Namun pada lain sisi, pergerakan pasar saham terlihat mulai terbatas seiringan ekspektasi yang menurun dari pemulihan ekonomi China dan pemulihan pandemi pada kuartal III tahun ini. 

Dari dalam negeri, menurut riset Pilarmas, IHSG juga mendapat pengaruh dari shortfall pajak. Hal tersebut dinilai dapat memberikan dampak pada anggaran belanja pada tahun depan di mana pandemi masih diperkirakan membebani belanja pemerintah di tahun mendatang. 

Adapun tahun ini, pemerintah telah memangkas proyeksi pertumbuhan dari kisaran 4,5-5,3 persen menjadi 3,7-4,5 pesen. Hal ini dikarenakan kebijakan yang telah diterapkan untuk PPKM Darurat Jawa-Bali. 

Sepanjang hari ini, Indeks LQ45 bergerak menguat dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,48 persen. Sejumlah saham yang mendominasi penguatan diantaranya CPIN, TKIM, ICBP, INKP dan UNVR. Sedangkan saham-saham yang medominasi penurunan diantaranya ERAA, MNCN, BBTN, BSDE, dan ANTM.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA