Senin 12 Jul 2021 14:58 WIB

UMS Jadi PTS Penerima Hibah PHP2D Terbanyak Tahun Ini

Hibah ini dikompetisikan untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) secara nasional.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Yusuf Assidiq
Kampus UMS.
Foto: Yusuf Assidiq.
Kampus UMS.

REPUBLIKA.CO.ID,  SOLO -- Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Dirjen Dikti RI) menginformasikan sebaran data pengajuan proposal Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaam Desa (PHP2D) 2021. Dalam program Pengusul Proposal PHP2D tersebut, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) masuk dalam sembilan perguruan tinggi penerima PHP2D 2021 terbanyak.

Program ini merupakan misi dari hibah PHP2D. Di mana hibah ini dikompetisikan untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) secara nasional, dan telah diikuti oleh sebagian besar perguruan tinggi ternama di Indonesia. Program ini diupayakan untuk pengembangan soft skills mahasiswa dengan menumbuhkan rasa peduli untuk berkontribusi kepada masyarakat.

Sementara itu, UMS menjadi PTS dengan jumlah tim lolos terbanyak di antara perguruan tinggi swasta (PTS), bahkan mengalahkan beberapa perguruan tinggi negeri. Program PHP2D merupakan kombinasi antara pembinaan dan pemberdayaan. Diharapkan program ini dapat memberikan motivasi kepada para aktivis kampus agar lebih mandiri dan aktif.

Sebanyak sembilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UMS dinyatakan lolos sebagai penerima hibah PHP2D 2021 dari Dirjen Dikti. Jumlah tersebut sama dengan Universitas Negeri Jember (Unej) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Sedangkan penerima hibah terbanyak dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung sebanyak 15 UKM.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Riset, Pengabdian, Publikasi dan HAKI UMS, Harun Joko Prayitno mengatakan, program ini merupakan kombinasi antara pembinaan dan pemberdayaan, serta memberikan penguatan kepada para aktivis supaya aktif dan mandiri.

"Sebanyak lima UKM dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) lolos pendanaan karena persiapannya lebih awal, lebih masif, dan koordinatif. Dari situ menunjukkan bahwa program-program yang kami inisiasi secara masif dan koordinatif mendapatkan output mutunya insyaAllah lebih bagus," kata Harun.

Untuk mengawal kegiatan pada program ini, lanjut dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Pengaderan agar dapat mengawal kegiatan-kegiatan lebih masif dan koordinatif. Sehingga dapat memberikan peran yang sentral sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan pembangunan desa dan melakukan pemberdayaan masyarakat desa yang dibina.

Ia berharap agar nantinya dapat dijadikan sebuah model bagi Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya di UMS serta dapat mengedepankan unsur-unsur kreatif, mandiri, dan kedewasaan serta lebih aktif. Sehingga dapat berkontribusi terhadap kegiatan kreativitas dan aktivitas mahasiswa.

"Saya berharap semoga bisa dijadikan model oleh kegiatan UKM unit mahasiswa di UMS dengan lebih mendepankan unsur kreativitas, mandiri, kedewasaan, serta keaktifan dan jangan pasif. Pemilik IP bagus supaya dapat berkontribusi terhadap kreativitas dan aktivitas mahasiswa," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement