Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Mahasiswa UMM Ciptakan Inovasi Pewarna Alami dari Kulit Kopi

Senin 12 Jul 2021 03:45 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi pigmen (pewarna alami) dari kulit kopi.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi pigmen (pewarna alami) dari kulit kopi.

Foto: dok. Humas UMM
Mahasiswa UMM meyakini kulit kopi bisa jadi pewarna dan memiliki bahan antioksidan

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi pigmen (pewarna alami) dari kulit kopi. Inovasi ini diharapkan bisa menjadi alternatif dari pewarna sintetis.

Perwakilan tim, Nur Meliana Ramadhani mengatakan, ide inovasi bermula dari masalah pewarna pada makanan. Hal ini utamanya pewarna sintetis yang digunakan pada permen. Penggunaan tersebut bisa menimbulkan bahaya pada kesehatan tubuh. 

"Misalnya saja dapat menimbulkan gatal-gatal, meningkatkan kemungkinan munculnya sel tumor, bahkan juga merusak mood seseorang," kata Meliana dalam keterangan pers yang diterima Republika, Ahad (11/7).

Berangkat dari hal itu, Meliana bersama Carrisa Ratri Kusuma Dewi, dan Maharani Dewi Wulan berinisiatif menciptakan alternatif pewarna pada makanan menggunakan pigmen. Kulit kopi dipilih karena bahan ini hanya menjadi limbah. Tidak ada pemanfaatan maksimal meskipun kulit kopi memiliki kelebihan lain.  

Tim akhirnya mencari tahu dan menemukan bahwa kulit kopi dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dari pigmen untuk makanan. “Kami akhirnya berinisiatif untuk memanfaatkannya sebagai pewarna alami untuk permen dan makanan lainnya,” ungkapnya.

Mahasiswi Teknologi Pangan UMM ini menjelaskan, kulit kopi memiliki manfaat yang tidak banyak orang tahu. Bahan ini mengandung antosianin dan antioksidan yang tinggi. Nutrisi tersebut dapat meningkatkan kesehatan jantung dan memperlancar peredaran darah pada tubuh.

Sebelumnya, tim juga sempat mencoba kulit nangka dan manggis. Sayangnya, nutrisi yang ada di dalamnya tidak sebaik kulit kopi. Kulit kopi terbukti dapat melindungi lambung dari kerusakan serta menghambat perkembangan sel tumor pada tubuh.

Perempuan kelahiran Tuban ini berharap penelitian dan hasil riset yang sudah dilakukan dapat berguna dalam produksi makanan yang lebih sehat. Selain itu, juga bisa menjadi alternatif pengganti pewarna sintetis yang berbahaya bagi keberlangsungan hidup manusia. "Sudah saatnya kita beralih dari pewarna sintetis ke pewarna alami, salah satunya dengan kulit kopi ini,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA