Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Pejabat Sudan Hadapi Sidang Pertama atas Kejahatan Perang

Ahad 11 Jul 2021 14:48 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

 Bendera Sudan

Bendera Sudan

Kushayb merupakan mantan pemimpin Darfur akan menghadapi sidang pekan depan

REPUBLIKA.CO.ID, DEN HAAG -- Majelis Pra-Peradilan II Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag pada Jumat (8/7) mengkonfirmasi pejabat Sudan pertama akan menghadapi sidang atas tuduhan kejahatan perang. Menurut Kantor Berita Sudan, Majelis Pra-Peradilan II ICC mengeluarkan keputusan bulat yang mengkonfirmasi 31 tuduhan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan terhadap Ali Kushayb.

Kushayb merupakan mantan pemimpin Darfur. Kushyab diyakini telah melakukan kejahatan yang dituduhkan pada 2003 dan 2004.

Baca Juga

ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Kushayb pada 2007. Dia menyerahkan diri secara sukarela di Republik Afrika Tengah, kemudian dipindahkan ke tahanan ICC pada 9 Juni 2020.

Menurut Radio Dabanga, Kushayb awalnya muncul di  ICC pada 15 Juni. Dia kemudian muncul di hadapan Majelis Pra-Peradilan II pada 24-26 Mei.

Kushayb belum mengajukan pembelaan. Dalam pembelaannya, dia bersikeras bahwa identitas dirinya adalah Abd-Al-Rahman. Dia mengaku bukan Ali Kushayb seperti yang dituduhkan selama ini. 

Sebelumnya, Menteri Urusan Federal Sudan, Buthaina Dinar, mengumumkan bahwa pemerintah akan menyerahkan para pejabat yang dituduh melakukan kejahatan perang di Darfur ke ICC. Dinar menjelaskan, proses penyerahan akan memakan waktu karena prosedur yang diperlukan, beberapa di antaranya terkait negara, dengan terdakwa diadili dalam kasus lain yang terkait dengan korupsi dan kudeta 1989.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA