Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Anies Ibaratkan Vaksinasi Covid Seperti Piala Eropa

Ahad 11 Jul 2021 00:55 WIB

Rep: Flori Anastasia Sidebang/ Red: Reiny Dwinanda

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak masyarakat untuk mendorong warga agar ikut vaksinasi Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak masyarakat untuk mendorong warga agar ikut vaksinasi Covid-19.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Anies mendorong masyarakat untuk menjadi sosok pengumpan vaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah (PR) dalam menuntaskan program vaksinasi Covid-19. Menurutnya, untuk memastikan seluruh warga di Ibu Kota mendapatkan vaksin, maka diperlukan tindakan dalam menggerakan masyarakat agar mau mendatangi sentra vaksinasi.

"Saya ingin menggarisbawahi kepada semua bahwa vaksinasi ini harus dikeroyok, bukan hanya melakukan tindakan vaksinasinya, tapi menggerakan orang datang ke tempat vaksinasi itu sama pentingnya," kata Anies dalam diskusi daring, Sabtu (10/7).
 
Anies pun mengibaratkan pelaksanaan vaksinasi ini sama seperti pertandingan sepakbola Piala Eropa. Ia menjelaskan, sebuah gol dapat tercipta dalam pertandingan tersebut, jika ada pemain yang mengumpan bola. 
 
Namun, kebanyakan pemain sepakbola cenderung hanya mau menjadi pencetak gol lantaran namanya akan tercatat. Padahal, menurut Anies, seorang pemain hanya dapat mencetak gol apabila ada pengumpan bola. Ia pun menilai, hal serupa juga terjadi dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
 
"Sebenarnya, bolanya hanya bisa masuk (gawang) kalau ada pengumpan. Vaksinasi juga begitu. Menyediakan tenda untuk vaksin itu baik, menyediakan orang untuk memvaksin itu baik. Tapi pengumpan itu jauh lebih penting, jauh lebih baik saat ini," ujarnya.
 
Oleh karena itu, Anies mengajak seluruh masyarakat agar menjadi 'pengumpan' atau sosok yang mampu mendorong orang-orang di sekitarnya untuk mengikuti program vaksinasi. Sebab, keberhasilan program ini ditentukan berdasarkan banyaknya masyarakat yang mendatangi lokasi vaksinasi.
 
"Saya mengajak kepada semua untuk jadi pengumpan, mendorong warga mari sama sama ikut vaksinasi. Keberhasilannya bukan ditentukan oleh berapa banyak vaksin yang tersedia, tapi berapa banyak orang yang datang ke tempat vaksinasi," jelas dia.
 

Baca Juga

 
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA