Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Butuh 2 Dosis Vaksin Agar Lebih Terlindung dari Varian Delta

Sabtu 10 Jul 2021 00:35 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Reiny Dwinanda

Penyuntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech. Satu dosis vaksin Pfizer dan AstraZeneca hampir tidak bisa menginduksi antibodi penetral terhadap Delta.

Penyuntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech. Satu dosis vaksin Pfizer dan AstraZeneca hampir tidak bisa menginduksi antibodi penetral terhadap Delta.

Foto: EPA/ABED AL HASHLAMOUN
Dosis tunggal Pfizer atau AstraZeneca tak cukup ampuh tangkal varian Delta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam studi terbaru, para peneliti Perancis menemukan bahwa varian Delta bisa dihindari andaikan orang telah mendapat vaksinasi penuh. Menurut mereka, dosis tunggal dari vaksin Pfizer atau AstraZeneca, hampir tidak bisa menginduksi antibodi penetral terhadap Delta.

 

Baca Juga

"Namun, rejimen dua dosis menghasilkan tingkat netralisasi sero yang tinggi terhadap varian Alpha, Beta, dan Delta," tulis para peneliti Prancis dalam jurnal Nature, dikutip dari Fox News, Jumat (9/7).

 

 

Kendati demikian, para peneliti mencatat dalam studinya bahwa penerima vaksin yang dianalisis sangat terbatas, yakni hanya 59 orang. Walaupun demikian, dalam prosesnya mereka juga mengamati 103 orang yang telah pulih dari Covid-19. 

 

 

Penelitian itu dinilai melengkapi penelitian dari studi lainnya. Sebelumnya, para peneliti Inggris mengungkap bahwa dua dosis vaksin Pfizer 88 persen protektif terhadap infeksi simtomatik varian Delta.

 

 
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA