Kamis 08 Jul 2021 14:09 WIB

AS Khawatir dengan Kebijakan Energi Nasionalis Meksiko

Meksiko lebih mementingkan perusahan-perusahaan milik negara atau BUMN.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini
Bendera AS, Meksiko, dan Kanada (ilustrasi)
Foto: wikipedia.org
Bendera AS, Meksiko, dan Kanada (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY -- Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) mengatakan ia semakin khawatir dengan kebijakan energi Meksiko. Menurutnya, pemerintah Meksiko lebih mementingkan perusahan-perusahaan milik negara atau BUMN.

Hal itu Katherine Tai sampaikan usai bertemu dengan Menteri Ekonomi Meksiko dan pejabat tinggi perdagangan internasional Kanada dalam peringatan satu tahun perjanjian perdagangan AS-Meksiko-Kanada.

Baca Juga

Pada Kamis (8/7), Tai mengatakan 'kami semakin khawatir' dengan kebijakan sektor energi Presiden Andrés Manuel López Obrador. Ia meluncurkan kebijakan nasionalis untuk menghentikan impor bahan bakar gas dan menghentikan atau mengurangi ekspor minyak mentah.

Salah satu proyek yang ia luncurkan adalah membangun kilang minyak di Meksiko. Ia juga mencoba mengendalikan perusahaan-perusahaan asing yang membangun pembangkit listrik tenaga angin dan surya di Meksiko.

López Obrador juga menunda kontrak eksplorasi minyak sudah ditunggu-tunggu. Pada awal tahun ini ia mendorong undang-undang yang mengizinkan pemerintah menyita pom bensin swasta bila 'menimbulkan bahaya pada keamanan nasional, ketahanan energi dan ekonomi' dan menyerahkannya untuk dikelola perusahaan BUMN.

López Obrador mengatakan undang-undang tersebut untuk mengatasi masalah penyeludupan bahan bakar. Sebab, ia mengklaim impor bahan bakar swasta kerap tidak membayar pajak.

López Obrador yang berasal dari sayap kiri tidak menyukai gagasan bahan bakar diimpor oleh swasta. Hakim di Meksiko memberi putusan yang menentang sejumlah kebijakan presiden. 

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement