Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Vaksinasi Massal Kota Bekasi Timbulkan Kemacetan

Kamis 08 Jul 2021 11:29 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Bilal Ramadhan

Vaksinasi massal di Stadion Patriot Candrabhaga timbulkan kemacetan di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Barat, Kamis (8/7).

Vaksinasi massal di Stadion Patriot Candrabhaga timbulkan kemacetan di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Barat, Kamis (8/7).

Foto: Republika/Uji Sukma Medianti
Vaksinasi massal kali ini menyasar 50 ribu warga Kota Bekasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Vaksinasi massal di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi menimbulkan kemacetan di Jalan Raya Ahmad Yani, Bekasi Barat, Kamis pagi (8/7).

Pantauan Republika di lapangan, kemacetan ini dimulai dari lampu merah Bekasi Cyber Park (BCP) tepatnya di perempatan jalan. Kendaraan roda empat seperti truk, dan minibus terhambat.

Adapun, petugas kepolisian dan dinas perhubungan setempat juga mengatur arus lalu lintas di sekitar Stadion Patriot. Antrean kendaraan yang menuju stadion baru terbelah dua di dekat RS Mitra Keluarga Bekasi Barat.

Ambulans nampak kesulitan melewati jalan ini lantaran tingginya volume kendaraan yang melintas. Jumlah peserta vaksinasi kali ini memang jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Vaksinasi massal kali ini menyasar 50 ribu warga. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibandingkan dua vaksinasi massal sebelumnya. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, sebelumnya mengatakan, akan meminimalisir potensi kemacetan dan kerumunan akibat kegiatan ini.

"Persoalan macet itu, hanya persoalan pengaturan saja," terang dia.

Sedangkan kerumunan diminimalisir dengan cara melakukan skrining dan tes antigen di luar lokasi. Tepatnya pada H-1 vaksinasi. "Tidak ada lagi skrining di sini dan skrining serta antigen sudah di sana (puskesmas)," kata Pepen.

Beberapa peserta yang datang di lokasi juga banyak yang mengeluhkan ramainya kegiatan ini. Mereka harus antre dan berdesakan ketika sampai di stadion. "Pusing banget banyak orang," kata Putri yang datang membawa ibunya.

Meskipun kondisinya ramai, akan tetapi setiap kelurahan memiliki pemandu agar peserta tak kebingungan memasuki area stadion. Cara itu juga digunakan untuk mengurangi adanya kerumunan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA