Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Mengapa Agama dan Sihir Sangat Lekat di Mesir Era Firaun? 

Kamis 08 Jul 2021 05:30 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Sihir merupakan bagian tak terlepaskan dari masyarakat Mesir kuno. Pemandangan umum Piramida Giza, di Giza, Mesir, 10 November 2020.

Sihir merupakan bagian tak terlepaskan dari masyarakat Mesir kuno. Pemandangan umum Piramida Giza, di Giza, Mesir, 10 November 2020.

Foto: EPA-EFE/KHALED ELFIQI
Sihir merupakan bagian tak terlepaskan dari masyarakat Mesir kuno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penyihir di Mesir kuno bukanlah sekadar penyihir. Mereka memiliki status khusus. Beberapa firaun pun seorang penyihir. Arkeolog Mesir Zahi Hawass percaya bahwa firaun mengetahui sihir sejak lama. Pengetahuan mereka tentang sihir mendahului pengetahuan mereka tentang menulis.

Mereka telah mengenal tulisan 5200 tahun yang lalu. Kelas ilmu sihir yang paling terkenal di Mesir kuno adalah kelas pendeta tertentu yang disebut "al-Kahanah al-Murtalun. Sihir diajarkan di kuil, dan tidak semua orang diizinkan untuk mempelajarinya.

Catatan kuno berupa papirus menyimpan beberapa cerita sihir di Mesir kuno. Misalnya, seorang pendeta menemukan perselingkuhan istrinya dengan seorang pemuda, sehingga dia membuat buaya kecil dari lilin, dan menunggu sampai pemuda itu turun ke kolam, lalu melemparkan buaya lilin dan membacakan jimat kepadanya, dan buaya lilin itu berubah menjadi buaya nyata yang melahap pemuda itu.

Salah satu tokoh firaun paling terkenal yang belajar tentang sihir di Mesir kuno adalah Imhotep. Dia adalah seorang menteri di istana Raja Djoser, inovator arsitektur, dan bagi orang Yunani dia setara dengan dewa pengobatan mereka. Pada abad-abad berikutnya, Imhotep menjadi sosok suci di kalangan ilmiah.

Dengan demikian, sihir di Mesir kuno digunakan dalam permohonan kepada para dewa oleh para agamawan, serta oleh firaun dan penyihir. Sihir saat itu dikaitkan erat dengan pengobatan dan terapi, karena merupakan bagian integral dari ritual penyembuhan dan dipraktekkan menggunakan mantera dan teks suci.

Sihir pertahanan (sihir putih) adalah jenis sihir yang paling umum di Mesir kuno dengan tujuan melindungi dari kejahatan, penyakit dan bahaya, seperti gigitan ular, penyakit, atau bahkan tentara yang menyerang. Namun, sihir terkadang digunakan dengan tujuan menimbulkan bahaya seperti kutukan, yang disebut ilmu hitam. 

Orang Mesir kuno percaya pada Dewa Heka. Sementara banyak dewa Mesir lainnya menggunakan sihir pelindung untuk membantu dan melindungi manusia, termasuk dewa Shedd, Tutu, Bes, Dewi Wadgit dan Dewi Isis yang paling terkenal.    

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA