Rabu 07 Jul 2021 18:55 WIB

TV Digital akan Berikan Informasi Peringatan Bencana

TV digital akan menjadi 'early warning system' bagi warga di daerah rawan bencana.

TV digital akan menjadi 'early warning system' bagi warga di daerah rawan bencana.
Foto: Www.freepik.com
TV digital akan menjadi 'early warning system' bagi warga di daerah rawan bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Banten Ade Bujhaeremi mengatakan, salah satu kelebihan TV digital adalah kehadiran informasi peringatan bencana bagi masyarakat. TV digital akan mempermudah pemerintah menyampaikan informasi terkait bencana alam.

"Ketika masyarakat menggunakan TV digital maka kelebihan dari TV digital ini ada 'early warning system', jadi ada peringatan bencana yang akan diinfokan oleh TV digital itu sehingga masyarakat bisa cepat mengetahui bahwa akan ada bencana," ujar Ade dalam webinar yang digelar Rabu (7/7).

Baca Juga

Ade mengatakan adanya informasi peringatan bencana itu penting bagi masyarakat, mengingat Banten merupakan provinsi rawan bencana alam. Melalui TV digital, kata Ade, pemerintah akan lebih mudah mengkomunikasikan potensi terjadinya bencana alam.

"Karena kita tahu juga di tahun-tahun kemarin Banten rawan bencana karena memang wilayah laut dan lain sebagainya," ujar dia.

Lebih lanjut Ade menambahkan bahwa keuntungan lainnya dari migrasi ke tv digital adalah masyarakat dapat memperoleh siaran yang lebih jernih dibanding TV analog. Sementara bagi lembaga penyiaran, mereka dapat mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk penyiaran karena tidak harus menggunakan perangkat pemancar sendiri yang nilai investasinya jauh lebih tinggi dibanding dengan sewa pemancar melalui penyelenggara multipleksing (MUX) siaran tv digital.

Peningkatan teknologi penyiaran dari analog ke digital, kata Ade, juga mampu mengefisiensi penggunaan frekuensi. Selain itu, migrasi ke TV digital juga membuka lapangan usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat di bidang penyiaran.

"Untuk itu KPID Banten mengajak segenap masyarakat khususnya pemangku kepentingan penyiaran di Provinsi Banten untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan ASO (analog switch off) tahap satu ini yang dimulai dari zona Banten 1," ucap Ade.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement