Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Terlalu Bersih Justru Ganggu Imun Anak, Betulkah?

Rabu 07 Jul 2021 14:26 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Anak sedang bermain. Sepanjang hidup, manusia butuh paparan mikroorganisme bermanfaat tersebut, yang sebagian besar berasal dari ibu, anggota keluarga, dan lingkungan alam.

Anak sedang bermain. Sepanjang hidup, manusia butuh paparan mikroorganisme bermanfaat tersebut, yang sebagian besar berasal dari ibu, anggota keluarga, dan lingkungan alam.

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Anak yang tinggal di lingkungan yang terlalu bersih konon sistem imunnya tak baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Teori tertentu mengatakan, anak-anak yang tinggal di lingkungan yang higienis dan 'terlalu bersih' dapat mengalami gangguan kekebalan tubuh. Penyebabnya ialah sistem imun tidak mendapat kesempatan mengembangkan resistensi terhadap kuman, virus, dan bakteri.

Pendapat itu pertama kali disampaikan oleh profesor epidemiologi David P Strachan pada1980-an dalam makalah berjudul "Hay Fever, Hygiene, and Housekeeping Size" yang diterbitkan di British Medical Journal. Sementara itu, studi terkini menyangkal hipotesis dari Strachan.
 
Studi baru yang digagas ilmuwan di University College London dan London School of  Hygiene & Tropical Medicine itu diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology. Menurut riset, menjaga kebersihan justru merupakan langkah penting melindungi tubuh dari mikroorganisme berbahaya.
 
Para ilmuwan menyoroti faktor yang mendasari penyangkalan mereka. Menurut periset, mikroorganisme yang ada di rumah tangga tidak memiliki kontribusi yang signifikan untuk membangun kekebalan pada manusia. Begitu pula pada tubuh anak-anak.
 
Selanjutnya, beberapa vaksin yang ditemukan saat ini tidak hanya melindungi dari infeksi, tetapi juga berkontribusi pada kekebalan secara keseluruhan. Mempertaruhkan kematian dengan memaparkan diri pada patogen bukanlah cara paling cerdas untuk meningkatkan kekebalan.
 
Mikroorganisme yang secara alami ada di lingkungan berkontribusi pada proses peningkatan kekebalan sehingga kebersihan rumah tangga tidak memengaruhi efeknya pada kekebalan. Hal yang sering terjadi adalah produk pembersih rumah tangga yang memicu reaksi alergi.
 
Penulis utama studi, Graham Rook, menegaskan bahwa paparan mikroorganisme di awal kehidupan sangat penting untuk 'pendidikan' sistem kekebalan dan metabolisme. Organisme yang mengisi usus, kulit, dan saluran udara juga memainkan peran penting menjaga kesehatan hingga usia tua.
 
Sepanjang hidup, manusia butuh paparan mikroorganisme bermanfaat tersebut, yang sebagian besar berasal dari ibu, anggota keluarga, dan lingkungan alam. Akan tetapi, Rook tidak sepakat pada narasi publik yang ada selama lebih dari 20 tahun bahwa praktik kebersihan tangan dan rumah tangga menghalangi paparan organisme menguntungkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA