Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Rouhani Minta Maaf atas Pemadaman Listrik Massal di Iran

Rabu 07 Jul 2021 13:10 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Presiden Iran Hassan Rouhani

Presiden Iran Hassan Rouhani

Foto: Anadolu Agency
Pemerintah Iran mengatakan pemadaman disebabkan meningkatnya permintaan listrik

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Iran Hassan Rouhani meminta maaf kepada rakyat Iran atas pemadaman listrik besar-besaran selama gelombang panas. Pemadaman itu memicu kritikan dan unjuk rasa di jalan.

Pemerintah Iran mengatakan pemadaman disebabkan meningkatnya permintaan listrik dan rendahnya curah hujan sehingga mengurangi produksi pembangkit listrik tenaga air. Selain itu, penambangan mata uang kripto ilegal juga mengakses listrik subsidi.

Baca Juga

"Saya meminta maaf pada rakyat yang telah menghadapi masalah dan menderita selama beberapa hari terakhir dan saya meminta mereka untuk bekerja sama (dengan mengurangi pemakaian listrik) rakyat mengeluhkan pemadaman listrik dan mereka benar," kata Rouhani dalam pidatonya yang disiarkan stasiun televisi pemerintah, Selasa (6/7).

"Kementerian Energi tidak salah, tapi kementerian harus datang dan menjelaskan pada rakyat masalahnya dan kami harus menemukan solusinya," tambah Rouhani.

Media-media Iran dan unggahan di media sosial menunjukkan warga di beberapa kota menggelar unjuk rasa memprotes pemadaman yang kerap tidak sesuai jadwal yang telah diumumkan perusahaan listrik negara.

Unjuk rasa di sejumlah tempat berubah menjadi protes politik. Sejumlah orang bersorak 'kematian untuk diktaktor' dan 'kematian untuk (Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali) Khamenei' serta slogan-slogan lain mengenai pemadaman.

Kebenaran video-video tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. "Pengunjuk rasa mengatakan pemadaman listrik berkala menyebabkan banyak masalah, termasuk air di apartemen berkurang, daging sapi dan unggas dan bahan-bahan lain di kulkas membusuk, dan perangkat elektronik rumah tangga rusak," kata kantor berita semi resmi ISNA. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA