Rabu 07 Jul 2021 12:50 WIB

Irak dan Turki Tutup Kantor Konsulat di Afghanistan

Penutupan kantor konsulat karena situasi Afghanistan yang tidak stabil

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani
Foto: AP/Alex Brandon
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Iran dan Turki telah menutup kantor konsulat mereka di kota Mazar-i-Sharif yang terletak di provinsi Balk, Afghanistan. Penutupan dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran keamanan tentang kebangkitan Taliban.

Konsulat telah berhenti mengeluarkan visa untuk warga Afghanistan. Sementara para diplomat telah dipindahkan ke ibu kota Kabul yang relatif aman.

Baca Juga

Kantor berita Rusia TASS pada Senin (5/7) melaporkan bahwa konsulat Rusia telah menangguhkan operasionalnya di Afghanistan, karena situasi yang tidak stabil. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa Pakistan, Iran, dan Turki telah menutup kantor konsulat mereka.

Namun, kedutaan Pakistan di Kabul menolak laporan bahwa mereka telah menutup kantor konsulat di Afghanistan. "Kedutaan ingin menyatakan laporan ini tidak faktual. Konsulat Jenderal Pakistan di Afghanistan termasuk Mazar-e-Sharif terbuka dan berfungsi normal," kata pernyataan pemerintah Pakistan.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan membahas situasi keamanan yang memburuk di Afghanistan, dengan Presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi. Situasi Afghanistan semakin memburuk setelah pasukan AS menarik diri dari negara yang telah dilanda konflik tersebut.

"Khan menekankan perlunya solusi politik yang dinegosiasikan untuk konflik puluhan tahun di Afghanistan," ujar pernyataan kantor perdana menteri.

Menurut sumber lokal, delapan distrik di provinsi Badakhshan telah direbut oleh Taliban. Hal ini menyebabkan ratusan tentara pemerintah Afghanistan melarikan diri melintasi perbatasan ke Tajikistan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement