Monday, 14 Jumadil Akhir 1443 / 17 January 2022

Sidak ke PLN Gandul, Erick: Saya Bukan Mau Marah-Marah

Rabu 07 Jul 2021 00:39 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri BUMN Erick Thohir melakukan inspeksi mendadak ke PLN Unit Induk Pusat Pengaturan Beban (UIP2B) Gandul, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/7) malam.

Menteri BUMN Erick Thohir melakukan inspeksi mendadak ke PLN Unit Induk Pusat Pengaturan Beban (UIP2B) Gandul, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/7) malam.

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Erick ingin memastikan ketersediaan pasokan listrik saat ini terjaga dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan alasan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Unit Induk Pusat Pengaturan Beban (UIP2B) PLN di Gandul, Depok, Jawa Barat, pada Selasa (6/7) malam. Erick hanya ingin memastikan ketersediaan pasokan listrik pada saat ini terjaga dengan baik.

"Saya datang ke sini bukan mau marah-marah, mau aneh-aneh, enggak. Saya justru ingin mendukung, apa yang perlu kita bantu untuk PLN," ujar Erick kepada Komisaris PLN Dudy Purwagandhi dan General Manager Unit Induk Pusat Pengaturan Beban Jawa, Madura dan Bali, Suroso Isnandar.

Baca Juga

Erick menilai ketersediaan listrik hal yang krusial di tengah peningkatan kasus Covid-19. Erick ingin PLN menjamin ketersediaan listrik aman bagi rumah sakit, puskesmas, dan pabrik oksigen. Erick mengatakan kebutuhan oksigen saat ini menjadi hal yang menjadi prioritas bagi pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. 

Erick mengaku mendapat keluhan dari pabrik oksigen mengenai tersendatnya pasokan listrik untuk pabrik oksigen. "Ini ada keluhan dari pabrik oksigen, katanya tiba-tiba ada kedip, karena PLN kedip pabriknya sendiri terhenti," ucap Erick.

Dia mengaku sudah menawarkan industri oksigen untuk melakukan konferensi video dengan dirinya dan PLN. Dia ingin PLN dan industri oksigen memiliki persepsi yang sama dalam membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19. Erick tak ingin saling menyalahkan antara PLN dan industri oksigen. Dia meminta keduanya saling bergotong royong dalam menjaga ketersediaan oksigen.

"Dari penyampaiannya teman-teman PLN, ini kan sama seperti UPS (Uninterruptible Power Supply). Kalau kita di rumah listriknya turun itu kan kalau ada UPS yang jaga, ini yang kita mau bicara dengan pabrik, mereka punya tidak fasilitas itu, biar kita sama-sama bicara terbuka," kata Erick menambahkan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA