Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Dana Pensiun Norwegia Divestasi Perusahaan Terkait Israel

Selasa 06 Jul 2021 09:41 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Dana Pensiun Norwegia Divestasi Perusahaan Terkait Israel. Tampak permukiman Maale Michmash yang dibangun Israel di Tepi Barat.

Dana Pensiun Norwegia Divestasi Perusahaan Terkait Israel. Tampak permukiman Maale Michmash yang dibangun Israel di Tepi Barat.

Foto: Majdi Mohammed/AP
PBB menerbitkan daftar 112 perusahaan terkait permukiman ilegal Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, OSLO -- Dana pensiun terbesar Norwegia KLP telah mengumumkan rencana melepaskan asetnya dari 16 perusahaan terkait dengan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki. Di antara perusahaan yang terdaftar yang mengelola aset senilai 95 miliar dolar AS adalah raksasa peralatan telekomunikasi Motorola.

“Motorola dan perusahaan lain berisiko terlibat dalam pelanggaran hukum internasional. Divestasi dari Motorola Solutions adalah keputusan langsung atas peran pengawasannya di wilayah pendudukan,” kata KLP dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Divestasi raksasa pensiun itu terjadi setelah PBB menerbitkan daftar 112 perusahaan dengan kegiatan yang terkait dengan permukiman Israel yang ilegal menurut hukum internasional. Menanggapi ini, pemerintah Israel mengutuk daftar PBB yang termasuk perusahaan seperti Airbnb, Expedia, dan Tripadvisor.

Selain itu, KLP juga mengurangi aset dari operator telekomunikasi yang menawarkan layanan di Tepi Barat karena mereka berkontribusi membuat permukiman menjadi daerah yang menarik. Ini termasuk Bezeq, Cellcom Israel, Partner Communications, dan Altice Europe yang terakhir dihapus dari bursa saham Amsterdam pada Januari.

Lima bank yang memfasilitasi dan membiayai pembangunan perumahan di wilayah Palestina yang diduduki dan kelompok teknik dan konstruksi juga didivestasi oleh KLP. Jumlah total saham dan obligasi perusahaan yang didivestasi oleh KLP dari perusahaan yang beroperasi di permukiman Israel 32 juta dolar AS.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA