Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Vaksin Disebut Bisa Hindari Varian Delta

Selasa 06 Jul 2021 06:00 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Qommarria Rostanti

Vaksin Covid-19 dinilai bisa cegah varian delta (ilustrasi).

Vaksin Covid-19 dinilai bisa cegah varian delta (ilustrasi).

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Anak-anak dinilai lebih rentan terhadap infeksi Covid-19 dengan semua variannya.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH — Juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, dr Muhammad Al-Abdel Ali, mengatakan, vaksin efektif mencegah infeksi Covid-19 dari varian delta yang menyebar lebih cepat. Pernyataan tersebut diungkapkannya dalam konferensi pers harian pada Ahad (4/7) waktu setempat.

Saudi menyaksikan fluktuasi kasus harian Covid-19. Hal tersebut membuat pemerintah setempat terus berhati-hati dan mengikuti langkah-langkah pencegahan. 

"Kekebalan mulai terbentuk sejak menerima dosis pertama dan dosis kedua dianggap sebagai penggerak untuk itu,” ujar Al-Abdel Ali dilansir di Saudi Gazette, Selasa (6/7).

Menurut dia, usia anak-anak lebih rentan terhadap infeksi virus corona dengan semua variannya. Namun, penelitian menunjukkan, efektivitas vaksin untuk mereka yang berusia antara 12 dan 18 tahun.

Penelitian membuktikan, ada beberapa efek samping dari menerima vaksin apa pun, baik vaksin virus corona atau lainnya. "Gejala yang ditimbulkan dari vaksin virus corona jarang terjadi dan belum terbukti berkaitan dengan vaksin tersebut," kata dia.

Al-Abdel menyebutkan, jumlah total dosis vaksin Covid-19 yang diberikan mencapai 18.326.022 melalui lebih dari 587 pusat vaksin di seluruh Kerajaan. Jumlah total orang yang pulih di kerajaan mencapai 472.939, sementara jumlah kematian mencapai 7.876.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi Kolonel Talal Al-Shalhoub mengatakan, terlepas dari perkembangan yang mengkhawatirkan negara-negara di dunia, Pemerintah Saudi masih proaktif dalam mengambil semua tindakan pencegahan yang membantu melindungi tanah air dan lingkungannya dari pandemi.

Dia mengatakan, selama sepekan terakhir, otoritas terkait mencatat total 20.213 pelanggaran tindakan pencegahan dan protokol pencegahan terhadap Covid-19. Wilayah Riyadh menempati urutan pertama dengan jumlah pelanggaran, disusul Provinsi Timur dan wilayah Makkah.

Di antaranya pelanggaran terkait dengan isolasi medis dan karantina setelah dipastikan terinfeksi virus corona serta pelanggaran karantina institusional bagi mereka yang berasal dari luar negeri. Juru bicara itu mengatakan, hukuman yang ditentukan oleh hukum telah diterapkan terhadap para pelanggar.

Al-Shalhoub mengatakan, siapa pun yang kedapatan mencoba memasuki Masjidil Haram dan area pusat di Makkah dan tempat-tempat suci Mina, Muzdalifah, dan Arafah tanpa izin akan ditampar dengan denda 10 ribu riyal Saudi dan hukumannya berlipat ganda jika pelanggaran terulang kembali. Ini akan terjadi selama musim haji saat ini, mulai 5 Juli hingga 23 Juli (25 Dzulqaidah-13 Dzulhijah).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA