Senin 05 Jul 2021 17:28 WIB

RS Rujukan Covid-19 DIY Hampir Terisi 100 Persen

Tenda-tenda darurat sudah berdiri di depan sejumlah RS di DIY.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Indira Rezkisari
Pasien Covid-19 menjalani perawatan di tenda darurat khusus Covid-19 Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Yogyakarta, Ahad (4/7). Posko Dukungan Operasi Satgas COVID-19 BPBD DIY mengonfirmasi sebanyak 63 pasien di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta meninggal dunia dalam sehari semalam pada Sabtu (3/7) hingga Ahad (4/7) pagi akibat menipisnya stok oksigen.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pasien Covid-19 menjalani perawatan di tenda darurat khusus Covid-19 Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Yogyakarta, Ahad (4/7). Posko Dukungan Operasi Satgas COVID-19 BPBD DIY mengonfirmasi sebanyak 63 pasien di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta meninggal dunia dalam sehari semalam pada Sabtu (3/7) hingga Ahad (4/7) pagi akibat menipisnya stok oksigen.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kondisi keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) untuk penanganan Covid-19 di rumah sakit rujukan DIY sudah hampir 100 persen. Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menyebut, hal ini dibuktikan dengan dibangunnya tenda darurat di beberapa rumah sakit.

"BOR rumah sakit hampir 100 persen, (saat ini) 95 persen. Itu dibuktikan dengan beberapa rumah sakit sudah pasang tenda. Artinya BOR sudah hampir penuh," kata Kepala Dinkes DIY, Pembayun Setyaningastutie, dalam jumpa pers yang digelar secara daring, Senin (5/7).

Baca Juga

Pembayun menuturkan, tenda darurat yang dipasang rumah sakit diperuntukkan dalam melakukan penapisan pasien. Sebab, dengan lonjakan kasus yang saat ini terjadi ada kepanikan di masyarakat.

Sehingga, pasien yang seharusnya tidak perlu mendapat perawatan intensif di rumah sakit tetap datang ke rumah sakit. Padahal, pasien tersebut dapat menjalani isolasi di shelter penanganan Covid-19.

"Sekarang ada kepanikan, orang yang merasa dirinya demam, batuk itu ke rumah sakit. Semua orang maunya ke rumah sakit begitu demam dan batuk, maka tenda (dipasang) untuk men-screening itu," ujar Pembayun.

Terkait dengan IGD di beberapa rumah sakit yang sempat menutup sementara penerimaan pasien baru, Pembayun menegaskan, hal tersebut dilakukan untuk menata kembali pelayanan. Artinya, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan rumah sakit sebelum menerima pasien baru, setelah pasien lama keluar dari IGD.

"Bila kondisi penuh, perlu waktu untuk disinfektan, beberapa perawat sudah isolasi mandiri, dokter juga begitu. Jadi rumah sakit butuh waktu khusus untuk menata IGD dan bangsal Covid-19. Kalau buka tutup (IGD itu) dipahamkan bahwa mereka sedang menata kembali pelayanan, dan mereka harus siap memberikan pelayanan yang aman, bukan terima-terima (pasien) saja," jelasnya.

Sementara itu, kasus terkonfirmasi Covid-19 pada 5 Juli 2021 ini juga masih menunjukkan penambahan yang tinggi. Satgas Penanganan Covid-19 DIY melaporkan tambahan 1.465 kasus baru dengan total menjadi 66.714 kasus.

"Tambahan 1.465 kasus baru di DIY hari ini merupakan pemeriksaan terhadap 5.473 spesimen dari 5.471 orang," kata Kepala Bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji.

1.465 kasus baru tersebut tersebar di lima kabupaten/kota. Tertinggi disumbang oleh Kabupaten Gunungkidul dengan 493 kasus baru.

Disusul Kabupaten Sleman dengan 370 kasus baru, Kota Yogyakarta menyumbang 345 kasus baru, Kabupaten Bantul menyumbang 189 kasus baru dan Kabupaten Kulon Progo menyumbang 68 kasus baru. Sebagian besar kasus baru itu merupakan riwayat tracing yakni sebanyak 1.049 kasus baru.

Sebanyak 386 kasus baru diketahui riwayat periksa mandiri, lima kasus baru dari skrining karyawan kesehatan, lima kasus baru memiliki riwayat perjalanan luar daerah adn satu kasus baru dari skrining pasien. Namun, ada 19 kasus baru yang riwayatnya belum diketahui.

"Hingga saat ini kasus aktif di DIY juga terus naik menjadi 14.166 kasus," ujar Ditya.

Kematian Covid-19 juga terus bertambah dengan jumlah 32 kasus pada 5 Juli ini. 32 kasus meninggal dunia ini terdiri dari 11 warga Kulon Progo, sembilan warga Sleman, delapan warga Gunungkidul, dua warga Kota Yogyakarta dan dua warga Bantul.

Sehingga, kematian di DIY sudah mencapai 1.726 kasus. Untuk persentase kematian saat ini tercatat di angka 2,59 persen.

"Tambahan 32 kasus meninggal dunia merupakan hasil verifikasi data dinas kesehatan masing-masing kabupaten/kota," jelasnya.

Lebih lanjut, kesembuhan Covid-19 juga bertambah sebanyak 623 kasus. Secara kumulatif, kesembuhan saat ini sudah mencapai 50.822 kasus.

Walaupun kesembuhan terus bertambah tiap harinya, namun persentasenya terus turun. Hal ini disebabkan selisih tambahan kesembuhan sangat jauh dibandingkan dengan tambahan kasus baru Covid-19.

Sehingga, saat ini kesembuhan Covid-19 tercatat turun di angka 76,18 persen. Ditya menuturkan, tambahan 623 kesembuhan pada 5 Juli ini juga disumbang oleh seluruh kabupaten/kota.

Tertinggi dilaporkan di Sleman dengan tambahan 304 kasus sembuh. Disusul Bantul dengan tambahan 161 kasus sembuh, 84 kasus sembuh di Kota Yogyakarta, 49 kasus sembuh di Gunungkidul dan 25 kasus sembuh di Kulon Progo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement