Senin 05 Jul 2021 15:45 WIB

Seluruh Kader Golkar Diminta Airlangga Ikut Tangani Pandemi

Airlangga perintahkan semua kader Golkar bantu Pemerintah tangani pandemi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto mengumumkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan naik menjadi Rp 100 juta dengan bunga 6 persen.
Foto: istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto mengumumkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan naik menjadi Rp 100 juta dengan bunga 6 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menegaskan, seluruh kader Partai Golkar, baik yang duduk di DPRD maupun yang menjabat sebagai Gubernur, Wali Kota, dan Bupati, harus ikut mendorong  kebijakan pusat dalam penanganan pandemi Covid-19.

" Kita satu langkah dan satu upaya agar bangsa ini selamat dari pandemi Covid," ujar Airlangga dalam acara Dialog Publik dan pembukaan Executive Education Program for Young Political Leaders 2, yang diadakan Golkar Institute secara daring, Senin (5/6).

Baca Juga

Airlangga mengatakan, menangani kebijakan publik di era yang sangat sulit ini membutuhkan extra ordinary steps, dan tidak ada satu negara pun yang berpengalaman pernah menangani pandemi Covid 19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini mengatakan pemerintah pusat saat ini telah mengambil langkah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3-20 Juli 2021. Selain itu, kata Airlangga, Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 demi mewujudkan target Herd Immunity di tahun 2021.

“Maka vaksinasi ini di bulan Oktober ke atas itu diharapkan bisa mencapai 3 juta. Angka rata-rata sekarang masih di bawah 1 juta, namun dengan ketersediaan vaksin diharapkan ini bisa terus dilaksanakan,” katanya.

Airlangga juga mengajak masyarakat untuk tetap membiasakan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya meski sudah divaksinasi dua kali, masyarakat tetap butuh menjalankan kebiasaan normal baru.

“Pemerintah melihat bahwa ke depan kita masih harus bersama-sama menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker. Ini menjadi normal baru, walaupun sudah divaksinasi dua kali, tetap sampai kita mencapai herd immunity, baru kita bisa mengambil langkah-angkah yang berbeda,” ungkap Airlangga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement