Senin 05 Jul 2021 13:03 WIB

Wapres Ajak Media Tingkatkan Literasi Ekonomi Syariah

Literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat Indonesia masih rendah

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani
 Wakil Presiden Maruf Amin
Foto: Dok KIP/Setwapres
Wakil Presiden Maruf Amin

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta peran serta media dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Wapres mengatakan, berdasarkan survey Bank Indonesia tahun 2020, literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat Indonesia masih rendah yaitu sebesar 16,2 persen sehingga masih banyak ruang untuk terus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

“Saya mengajak peran serta media baik cetak, elektronik, maupun digital menyediakan ruang khusus bagi pemberitaan,  edukasi dan rubrik ekonomi dan keuangan syariah serta UMKM,” kata Ma'ruf melalui siaran persnya ketika memberikan pidato kunci dalam rangka HUT ke-1 Harian Disway, Ahad (5/7).

Ma'ruf menekankan peran media tentunya menjadi sangat penting dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Antara lain memperbanyak informasi dan pemberitaan terkait ekonomi dan keuangan syariah termasuk UMKM menjadi salah satu upaya kita meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

Kemudian, menurutnya, dengan semakin banyaknya konten-konten variatif dan inovatif membahas ekonomi dan keuangan syariah, maka masyarakat akan semakin tertarik dan mudah memperoleh pemahaman terkait ekonomi dan keuangan syariah sejak dari awal.

Di samping itu, Ketua Harian KNEKS itu menilai berkembangnya literasi keuangan syariah melalui media juga tidak dapat lepas dari peran para jurnalis sebagai ujung tombak dalam menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan independen.

“Media juga harus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman jurnalis terhadap prinsip-prinsip ekonomi dan keuangan syariah, sehingga informasi yang disajikan menjadi akurat dan tidak menimbulkan bias informasi,” tegas Wapres.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement