Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Buruh Korsel Unjuk Rasa Besar di Tengah Larangan Covid-19

Senin 05 Jul 2021 03:00 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Bendera Korea Selatan

Bendera Korea Selatan

Foto: EPA
Para buruh menuntut kenaikan upah dan langkah mencegah kecelakaan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Ribuan buruh Korea Selatan (Korsel) menggelar unjuk rasa di pusat ibu kota Seoul untuk menuntut kondisi yang lebih baik. Demonstrasi yang digelar Sabtu (3/6) artinya para buruh mengabaikan larangan dan peringatan pemerintah bila protes tersebut dapat memicu wabah baru virus corona.

Korsel sedang berjuang mengatasi lonjakan kasus positif Covid-19 yang disebabkan varian Delta. Pemerintah pun melarang izin unjuk rasa tersebut. Perdana Menteri Kim Boo-kyum meminta ketua Federasi Serikat Buruh Korea untuk membatalkannya.

Baca Juga

Dalam video yang diambil kantor berita Yonhap terlihat para pengunjuk rasa yang memakai masker menutup jalan-jalan utama pusat distrik Jongno. Mereka membawa spanduk yang bertuliskan slogan-slogan unjuk rasa seperti 'Stop restrukturisasi' dan 'Mari Mogok Kerja!".

Serikat buruh mengatakan unjuk rasa ini diikuti sekitar 8.000 peserta. Para buruh menuntut kenaikan upah dan langkah-langkah mencegah kecelakaan.

Di sisi lain demonstrasi itu memicu kekhawatiran gelombang infeksi musim panas tahun lalu terulang kembali. Dimana pertemuan massal sebuah gereja memicu wabah kedua infeksi virus corona di seluruh Korsel.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA