Ahad 04 Jul 2021 11:55 WIB

Hendy Setiono, Bawa Baba Rafi ke Kancah Global dengan Pola Kemitraan

Tujuh belas tahun perjalanan Hendy Setiono sejak mendirikan Kebab Baba Rafi

Rep: Sri Niken Handayani (swa.co.id)/ Red: Sri Niken Handayani (swa.co.id)
Hendy Setiono, pendiri & CEO Baba Rafi Enterprise.
Hendy Setiono, pendiri & CEO Baba Rafi Enterprise.

Tujuh belas tahun perjalanan Hendy Setiono sebagai entrepreneur muda sejak mendirikan Kebab Baba Rafi di tahun 2003. Kini, Kebab Baba Rafi telah berkembang menjadi grup perusahaan kuliner dan waralaba (franchise) F&B, dengan bendera Baba Rafi Enterprise. Perusahaan ini mengoperasikan 1.300 lebih gerai lebih Kebab Baba Rafi. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lainnya.

“Kebab Turki Baba Rafi telah berekspansi ke sembilan negara di dunia, di antaranya Malaysia, Brunei, Filipina, dan Bangladesh dengan total lebih dari 1.300 outlet. Dan, India menjadi negara ke-10 yang membuka outlet Baba Rafi pada 4 Desember 2020,” kata Hendy Setiono, pendiri & CEO Baba Rafi Enterprise. Perusahaan ini, boleh dikatakan, sudah memiliki kemampuan mengembangkan bisnis dengan skala global, mampu memperbesar dan menduplikasi model bisnis dengan standar yang diakui secara internasional.

Menurut Hendy, Baba Rafi fokus pada keahlian intinya, franchising, mengetahui secara detail sistem waralaba yang solid dan jangka panjang. “Baba Rafi Enterprise telah membuktikan keunggulan bisnisnya selama 17 tahun dalam bidang franchise dengan mendapatkan puluhan penghargaan, baik nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Hendy tak berpuas diri dengan bisnis yang sudah ada. Maka, ia pun terus melakukan inovasi dan berkolaborasi dengan influencer, sehingga bisa menelurkan brand-brand yang viral. Sebagai contoh Ngikan (resto Fish & Chips ala Indonesia), hingga saat ini sudah beroperasi sebanyak 175 cabang, dengan menggandeng influencer Rachel Vennya sebagai mitra. Rachel Vennya adalah selebritas Instagram (selebgram).

Selain itu, ada pula usaha kuliner Nyapi yang bermitra dengan Edho Zell, yang sudah mengoperasikan 62 gerai. “Contoh lainnya, kami bekerjasama dengan Arief Muhammad untuk brand Cakekinian,” ujarnya. Tidak hanya di bidang kuliner, Baba Rafi juga mengembangkan usaha di bidang budidaya, yakni tambak udang Vaname, dengan menggandeng mitra yang memiliki kompetensi di bidang ini.

Soal leadership yang dibangun, Hendy bercerita, yang pertama adalah scale up bisnis global, bahwa bisnis tidak hanya bisa dilakukan di lokal ataupun nasional. “Kami harus memiliki impian yang besar untuk berkembang lebih besar secara global. Kami lakukan ini dengan skema partnership, termasuk juga dengan master franchise dalam mengembangkan usaha. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain,” dia menegaskan.

Kedua, inovasi dan kolaborasi. Hendy menjelaskan, Baba Rafi terus melakukan inovasi dan kolaborasi. Dan, kekuatan perusahaan ini adalah menyinergikan skill yang berbeda-beda, kemudian dirangkai satu demi satu. “Kekuatan leader adalah merangkai skill atau keahlian timnya,” salah satu dari Top 10 Asia Young Entrepreneur in Top Asia Corporate Ball 2018 ini menandaskan. Menurutnya, mengembangkan kemitraan dengan sistem waralaba tidak hanya menghadirkan lapangan kerja baru, yang tentunya membutuhkan tenaga kerja baru pula, tetapi juga entrepreneur baru.

Untuk kemampuan developing others, Hendy mengaku selalu memberikan kesempatan kepada tim manajemen Baba Rafi untuk dapat berkembang, yakni melalui tantangan-tantangan baru dalam menjalankan bisnis. Lalu, memberikan kesempatan kepada partner bisnis yang memiliki pengalaman berbeda untuk berkolaborasi dan membuktikan diri dalam kontribusi menjalankan bisnis bersama. Misalnya, kolaborasi dengan influencer yang notabene berpengalaman sebagai kreator konten untuk berkembang menjadi pebisnis andal.

Ia menambahkan, cara lain dalam membangun leadership adalah self learning dan global networking. Tak mengherankan, pemenang Entrepreneur of the Year dari Ernst & Young tahun 2009 kategori Special Entrepreneurial Spirit Awad ini sangat aktif membangun network dengan cara aktif sebagai pengurus di berbagai organisasi, misalnya Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Endeavour Organization, Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia, Asosiasi Franchise Indonesia, dan Junior Chapter International.

Di samping itu, kegiatan coaching & mentoring pun dilakukan dua arah. “Bukan hanya saya yang berbagi insight bisnis dan entrepreneurship, namun juga berdiskusi dengan para generasi muda untuk menciptakan berbagai ide dan inovasi baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya,” tutur Hendy. (*)

www.swa.co.id

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement