Ahad 04 Jul 2021 03:38 WIB

Cegah Stunting Melalui Edukasi Gizi dan Pola Hidup Sehat

Keluarga di Indonesia masih mengalami berbagai tantangan kesehatan

Pengendara motor melintas di dekat mural stunting di Jakarta, Rabu (16/12/2020). Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyatakan berdasarkan data saat ini angka stunting di Indonesia masih sebesar 27,9 persen, sementara target angka stunting yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sebesar 14 persen pada 2024.
Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan
Pengendara motor melintas di dekat mural stunting di Jakarta, Rabu (16/12/2020). Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyatakan berdasarkan data saat ini angka stunting di Indonesia masih sebesar 27,9 persen, sementara target angka stunting yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sebesar 14 persen pada 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka stunting dan perkawinan anak berperan besar terhadap kesehatan masyarakat. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Widwiono, mengatakan ada beberapa hambatan yang terjadi di keluarga, mulai dari kurangnya informasi terkait pola hidup sehat, hingga tingginya angka perkawinan anak dan stunting. 

Disamping pentingnya peran keluarga, Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 menunjukkan bahwa keluarga di Indonesia masih mengalami berbagai tantangan kesehatan. Hal ini meliputi dari kondisi stunting yang dialami 30,8 persen balita, anemia yang dialami sekitar 1 dari 3 balita dan 1 dari 2 wanita hamil, hingga 1 dari 5 anak Indonesia tidak cukup minum air.

Dalam rangka Harganas, kami menyelenggarakan rangkaian kegiatan mulai dari perlombaan di sosial media hingga kampanye Jo Kawin Bocah. Hal ini dilakukan sebagai langkah edukasi untuk menekan angka perkawinan anak dan angka stunting,” ujar Widwiono.

Keluarga merupakan satuan unit terkecil masyarakat yang berperan besar dalam menanamkan nilai dalam diri seorang manusia, termasuk upaya untuk menjaga kesehatan secara jangka panjang. Penguatan pemahaman kesehatan pada keluarga dapat berdampak secara masif kepada kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kemajuan bangsa secara umum. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam sambutannya pada acara 'Gubernur Jateng Tilik Kampung KB' yang digelar secara virtual, menyatakan stunting masih menjadi tantangan besar terhadap sumber daya manusia, terutama selama pandemi. Pada 2020, sebanyak 156.549 balita di Jawa Tengah mengalami stunting. 

"Ini dapat disebabkan oleh praktek pengasuhan yang tidak baik, kurangnya akses ke makanan bergizi, kurangnya akses air bersih, hingga terbatasnya layanan kesehatan," ujar Ganjar. 

Maka dari itu, Ganjar melanjutkan, penting untuk memberikan gizi baik seperti susu dan vitamin, hingga melibatkan berbagai pihak misalnya LSM dan aktivis maupun swasta untuk pengadaan air bersih. "Dengan upaya bersama, kita bisa mencapai Indonesia Maju di 2045,” ucapnya. 

Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan pencegahan stunting sejalan dengan visi One Planet, One Health dari Danone. “Kami bertujuan untuk membawa kesehatan melalui produk nutrisi, hidrasi, hingga program berkelanjutan ke sebanyak mungkin masyarakat di Indonesia," katanya.

#BersamaCegahStunting merupakan integrasi program-program pencegahan stunting unggulan, yang menyasar edukasi gizi dan pola hidup sehat di keluarga maupun sekolah seperti Tangkas, GESID, dan Isi Piringku. Perusahaan sangat senang dapat bermitra dengan pemerintah provinsi dan dinas setempat, untuk berkontribusi pada kesehatan masyarakat di Wonosobo.

Melalui #BersamaCegahStunting, perusahaan multinasional ini menghadirkan program-program edukasi berkelanjutan serta kegiatan promotif-preventif yang fokus menjawab tantangan gizi, terutama stunting, pada anak-anak, remaja, hingga ibu hamil dan menyusui. Program itu juga dilakukan melalui kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah pusat, pemda, akademia, organisasi profesi, dan LSM.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement