Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

536 Ibu Hamil Terinfeksi Covid-19, POGI Usulkan Vaksinasi 

Jumat 02 Jul 2021 14:56 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Dwi Murdaningsih

Hamil (ilustrasi).

Hamil (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com.
Banyak ibu hamil yang ditemukan positif pada usia 37 pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) mencatat sebanyak 536 perempuan hamil di Tanah Air terinfeksi Covid-19 selama periode April 2020 hingga April 2021. Ibu hamil yang termasuk salah satu kelompok rentan membuat POGI mengusulkan perempuan yang mengandung janin ini untuk mendapatkan vaksinasi.

Ketua POGI Ari Kusuma Januarto mengakui, terjadi peningkatan kasus ibu hamil terpapar Covid-19. "Dari data yang dikumpulkan di POGI dari cabang-cabang sejak April 2020 hingga April 2021, kami mendapatkan angka 536 ibu hamil positif terpapar Covid-19. Kemudian, 72 persen diantaranya ditemukan positif pada usia 37 pekan," ujarnya saat konferensi virtual, Jumat (2/7).

Baca Juga

Ia menambahkan, 72 persen ibu hamil baru mengetahui terinfeksi Covid-19 karena mungkin datang terlambat atau baru datang ke fasilitas kesehatan saat akan melahirkan. Kemudian, dia melanjutkan, dari 536 orang perempuan ini, sebanyak 51 persen diantaranya tanpa gejala.

Dia menambahkan, kelompok ini baru mengetahui tertular Covid-19 saat usia kehamilan pekan ke-37. Ia juga mengutip data dari Dina Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta bahwa dari sebanyak 15.072 ibu hamil dilakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dan hasilnya sekitar 1.600 perempuan mengandung yang positif Covid-19 atau 11 persen. 

"Kemudian dari 1.600 perempuan hamil itu, sekitar 1.000 diantaranya memerlukan rujukan," katanya.

Padahal, dia melanjutkan, belum banyak rumah sakit yang benar-benar khusus menangani perempuan hamil yang terinfeksi Covid-19. Ia mengakui memang ada belasan rumah sakit yang memiliki ruang bertekanan negatif tetapi banyak juga daerah yang belum memilikinya.

Dia mendorong rumah sakit bisa menangani pasien terinfeksi Covid-19, khususnya ibu hamil. Sebab, pihaknya mencatat angka perempuan hamil yang meninggal dunia akibat Covid-19 sekitar 3 persen, kemudian yang menggunakan ruang perawatan ICU sekitar 4,5 persen. 

"Kita tahu bahwa ibu hamil adalah kelompok rentan. Oleh karena itu, kami sedang mendorong adanya vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil karena ini adalah salah satu upaya kami untuk melakukan pencegahan," ujarnya.

Ia menegaskan, ibu hamil harus dilindungi. Adanya varian baru juga membuat pihaknya berpikir perlunya perlindungan pada ibu hamil.  Dia menambahkan, POGI sedang mempersiapkan rekomendasi vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA