Jumat 02 Jul 2021 02:10 WIB

Jamkrindo Bantu UMKM dengan Penjaminan Kredit Usaha 

Jamkrindo telah menjamin kredit modal kerja PEN sebesar Rp 17,3 triliun.

Rep: Muhammad Nursyamsi / Red: Satria K Yudha
Direktur Utama PT Jamkrindo (Persero) Putrama W Setyawan (kiri) dan Komisaris Utama Jamkrindo Sri Mulyanto Jamkrindo Sri Mulyanto (kanan) saat HUT Jamkrindo ke-51 di Kantor Pusat Jamkrindo, Jakarta, Kamis (1/7).
Foto: dok. Jamkrindo
Direktur Utama PT Jamkrindo (Persero) Putrama W Setyawan (kiri) dan Komisaris Utama Jamkrindo Sri Mulyanto Jamkrindo Sri Mulyanto (kanan) saat HUT Jamkrindo ke-51 di Kantor Pusat Jamkrindo, Jakarta, Kamis (1/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Jamkrindo (Persero) menyatakan akan terus berkontribusi dalam memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi setelah melewati perjalanan bisnis selama setengah abad. Hal ini disampaikan Direktur Utama Jamkrindo Putrama W Setyawan saat peringatan HUT ke-51 Jamkrindo di Jakarta, Kamis (1/7).

"Jamkrindo melangkah ke-50 tahun kedua, setelah berhasil melalui usia 50 tahun dengan pencapaian kinerja bisnis yang solid. Kami berkomitmen terus memajukan UMKM serta koperasi yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional," ujar Putrama. 

Sejak 2020, ucap Putrama, Jamkrindo yang menjadi bagian dari holding Indonesia Financial Group (IFG) mendapat penugasan dari pemerintah untuk menjamin kredit modal kerja (KMK) dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN).  Putrama menyampaikan, Jamkrindo sebagai perusahaan penjaminan kredit telah menjamin KMK dalam rangka PEN sebesar Rp 17,3 triliun dengan total jumlah debitur sebanyak 1,054 juta debitur hingga 29 Juni 2021.

Sebelum mendapat penugasan pemerintah untuk menjamin KMK dalam rangka PEN, kata dia, Jamkrindo mendapat penugasan untuk menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR). Total volume penjaminan KUR dari 2007 hingga April 2021 mencapai Rp 453,7 triliun.

"Volume (penjaminan KUR) tahun kalender sampai April 2021 mencapai Rp 40,6 triliun atau meningkat 43 persen dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 28,4 triliun," ucap Putrama.

Putrama menambahkan, perkembangan dinamika ekonomi nasional mendorong perusahaan untuk terus menerapkan bisnis dengan pengelolaan risiko yang prudent, tata kelola perusahaan yang baik, serta penuh integritas melalui tiga pendekatan. Ketiga pendekatan itu adalah product rationalization, cost efficiency, dan superior services.

Pada rangkaian kegiatan HUT ke-51, perusahaan penjamian kredit itu memberikan berbagai bantuan untuk masyarakat dan UMKM. Bantuan itu, antara lain, berupa paket sembako, paket kesehatan, beasiswa untuk anak-anak berprestasi, bantuan untuk guru honorer, hingga bantuan untuk penyandang disabilitas. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement