Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Kapolda Papua: Kasus Yalimo Berpotensi Menjadi 'Perang Suku'

Kamis 01 Jul 2021 19:13 WIB

Red: Agus Yulianto

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri.

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri.

Foto: Antara
Massa melakukan pemalangan di jalan menuju Wamena serta sempat membakar jembatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menegaskan, pihaknya memerlukan penanganan khusus dalam kasus di Yalimo. Ini karena, kasus Yalimo tersebut berpotensi menjadi 'perang suku'.

"Penanganan khusus itu perlu dilakukan guna menghindari terjadinya "perang suku" mengingat massa pasangan calon 01 Erdi Dabi-Jhon Wilil kecewa dan tidak menyangka hasil putusan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK)," katanya seusai syukuran HUT ke-75 Bhayangkara di Jayapura, Kamis 91/7).

"Aksi para pendukung paslon 01 itu dilakukan secara spontan sesaat setelah MK memutuskan mendiskualifikasi calonnya sehingga Polda Papua berhati-hati dalam menangani kasus tersebut," kata Fakhiri lagi.

Dijelaskan, dari laporan yang diterima, awalnya para pendukung menonton jalannya sidang di Elelim dan setelah mendengar hasil putusan, massa langsung melakukan aksi pembakaran sejumlah gedung pemerintahan dan fasilitas umum.Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. 

Massa juga melakukan pemalangan di sepanjang jalan menuju Wamena serta sempat membakar jembatan namun cepat dipadamkan."Saya juga sudah bertemu dengan paslon 01 dan berharap mereka membantu meredam emosi para pendukung sehingga tidak melakukan aksi anarkis", harap Fakhiri seraya mengaku akan segera bertemu dengan paslon 02 yakni pasangan Lakius Peyon dan Nahum Mabel.

Ada kesalahan prediksi yang dibuat Polres Yalimo karena aparat keamanan sebelumnya meyakini pasangan Erdi Dabi-Jhon Wilil akan menang di MK, sehingga tidak akan ada reaksi berlebihan dari pendukungnya. "Kapolres percaya tidak akan ada masalah, sehingga mengembalikan BKO yang ada di Yalimo hingga personel TNI/Polri di kabupaten ini hanya 103 personel, 40 personel di antaranya adalah anggota Polres Yalimo," kata Fakhiri.

Sejak Rabu (30/6), Polda Papua sudah menambah pasukan brimob ke Elelim guna membantu mengamankan wilayah itu. Bahkan dalam waktu dekat, dirinya bersama Pangdam XVII Cenderawasih akan ke Elelim untuk bertemu langsung dengan masyarakat bersama para paslon.

Pilkada Kabupaten Yalimo diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati yakni paslon Erdi Dabi-Jhon Wilil dan paslon Lakius Peyon dan Nahum Mabel.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA