Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Vaksinasi dan Langkah Cepat Jegal Mutasi SARS-CoV-2

Kamis 01 Jul 2021 15:26 WIB

Red: Agus Yulianto

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Masyarakat punya peran sangat besar untuk memastikan agar 3M berjalan dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengabarkan vaksinasi harian Covid-19 mencapai angka 1,31 juta dosis. Cita-cita untuk mampu memvaksinasi satu juta dosis per hari tercapai sudah untuk pertama kalinya.

Pada hari itu, lebih dari 27 juta orang telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama, dan lebih dari 13 juta lainnya telah melakukan vaksinasi dosis kedua. Begitu pemerintah mulai membuka akses vaksinasi untuk masyarakat umum, kenaikan angkanya begitu pesat.

Capaian vaksinasi 1,31 juta dalam satu hari tersebut menggambarkan rakyat Indonesia yang memilih untuk lebih cepat menyudahi kuasa severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang telah menaklukkan dunia manusia sejak akhir 2019 lalu.

Semangat itu lah yang perlu dijaga, agar target selanjutnya. Yakni, mencapai kekebalan komunal atau herd immunity dengan memberikan vaksin Covid-19 kepada 70 persen populasi atau 181.554.465 penduduk Indonesia dapat tercapai di kuartal pertama 2022.

Kejadian berkerumun dan antrian panjang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Kota Bandung, Kamis (17/6), yang berujung permintaan maaf Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menjadi catatan dan pelajaran penting bagi pelaksanaan vaksinasi massal di seluruh Indonesia ke depan. Bahwa ada yang perlu dievaluasi dan sepakati perihal disiplin menaati protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak) di setiap lokasi vaksinasi terlebih dalam kondisi angka penularan yang meningkat. 

Apapun itu, panitia vaksinasi massal tentu harus pandai memanfaatkan ruang yang ada untuk menyediakan fasilitas yang memudahkan calon penerima vaksin Covid-19 menjaga jarak. Pekerjaan yang tidak gampang, namun mau tidak mau harus dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran pesat varian-varian SARS-CoV-2. Dan tentu saja, masyarakat juga punya peran sangat besar untuk memastikan agar 3M itu berjalan dengan baik. 

Untuk menjaga mood baik masyarakat yang ingin segera mendapat vaksin Covid-19, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan tentu perlu semakin mempermudah akses masyarakat memperoleh vaksin di seluruh wilayah Indonesia. Memastikan jumlah tenaga kesehatan hingga relawan yang andal tentu juga menjadi perhitungan untuk percepatan program vaksinasi tersebut.

 

photo
Prajurit TNI menyuntikkan vaksin kepada warga saat kegiatan serbuan vaksinasi COVID-19 di Kawasan Berikat Nusantara, Jakarta.  (Antara/Muhammad Adimaja)
 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA