Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Kanada Temukan Lagi 182 Mayat Anak-anak Pribumi

Kamis 01 Jul 2021 13:28 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Christiyaningsih

(Ilustrasi) Bendera Kanada

(Ilustrasi) Bendera Kanada

Foto: wikipedia.org
Penemuan itu menambah jumlah situs kuburan tak bertanda di seluruh negeri

REPUBLIKA.CO.ID,  OTTAWA -- Sebuah komunitas Pribumi di Kanada mengatakan telah menemukan kerangka 182 orang di dekat pekarangan bekas sekolah perumahan di British Columbia. Lower Kootenay Band mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah jenazah itu milik mantan siswa sekolah tersebut. Namun penemuan itu menambah jumlah situs kuburan tak bertanda seperti itu di seluruh negeri.

Temuan suram itu telah memicu kemarahan nasional dan memicu seruan oleh beberapa orang untuk membatalkan liburan Hari Kanada 1 Juli. Para pemimpin adat mengatakan mereka memperkirakan lebih banyak kuburan akan ditemukan saat penyelidikan berlanjut.

"Anda tidak akan pernah bisa sepenuhnya mempersiapkan diri untuk hal seperti ini," kata Kepala Jason Louie dari Lower Kootenay Band, yang merupakan anggota dari Ktunaxa Nation.

Komunitas aq'am, salah satu dari empat kelompok di Ktunaxa Nation, menggunakan teknologi penembus tanah untuk mengungkap kuburan di dekat bekas Sekolah Misi St Eugene dekat Cranbrook, British Columbia. Beberapa mayat ditemukan di kuburan dangkal, hanya sedalam 3-4 kaki, kata Lower Kootenay Band dalam sebuah pernyataan dilansir BBC, Kamis (1/7).

St Eugene's dioperasikan oleh Gereja Katolik dari tahun 1912 hingga awal 1970-an. Sekolah itu adalah salah satu dari lebih dari 130 sekolah asrama wajib yang didanai oleh pemerintah Kanada dan dijalankan oleh otoritas keagamaan selama abad ke-19 dan ke-20 dengan tujuan untuk mengasimilasi pemuda pribumi secara paksa.

Mayat-mayat mereka ditemukan di tanah pemakaman aq'am, yang berasal dari tahun 1865. Petak-petak pemakaman dulu ditandai dengan salib kayu yang hancur selama bertahun-tahun.

"Faktor-faktor ini, antara lain, membuat sangat sulit untuk menentukan apakah kuburan tak bertanda ini berisi mayat-mayat anak-anak yang bersekolah di Sekolah Perumahan St Eugene," kata pernyataan komunitas tersebut.

Berita itu muncul di tengah pencarian nasional atas warisan sekolah perumahan Kanada. Pada Mei, mayat 215 anak-anak pribumi ditemukan di kuburan tak bertanda di Kamloops, British Columbia.

Kemudian pekan lalu, para pemimpin Cowessess First Nation mengatakan 751 mayat, kebanyakan dari mereka anak-anak, ditemukan di bekas lokasi sekolah lain di Saskatchewan. Penemuan terbaru ini datang pada malam Hari Kanada, 1 Juli, yang dimaksudkan untuk menandai tanggal yang sama pada tahun 1867 ketika tiga koloni Inggris bergabung untuk menciptakan Dominion of Canada.

Banyak masyarakat adat di Kanada tidak pernah mengakui Hari Kanada, sebuah sentimen yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir. Kota di seluruh Kanada telah membatalkan perayaan yang akan datang dan patung-patung tokoh yang terlibat dengan sekolah perumahan telah dirusak atau dipindahkan di seluruh negeri.

Perdana Menteri Justin Trudeau pada Rabu (30/6) mengatakan penemuan itu telah memaksa untuk merenungkan ketidakadilan bersejarah dan berkelanjutan yang dihadapi masyarakat adat. "Hari Kanada akan menjadi hari di mana kita merayakannya. Namun kami sebagian besar akan merenungkan pekerjaan yang harus kami lakukan," kata Trudeau.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA