Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Forum Lintas Agama Bandung akan Doa Bersama Hadapi Covid-19

Kamis 01 Jul 2021 12:14 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nashih Nashrullah

Doa bersama forum lintas agama Bandung akan digelar secara daring. Ilustrasi doa sebelum pandemi

Doa bersama forum lintas agama Bandung akan digelar secara daring. Ilustrasi doa sebelum pandemi

Foto: Antara
Doa bersama forum lintas agama Bandung akan digelar secara daring

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG— Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama forum lintas agama, forum komunikasi pimpinan daerah, perangkat daerah dan masyarakat umum akan menggelar doa bersama pada Jumat (2/6) secara daring. 

Doa bersama dilakukan untuk meminta keselamatan kepada Allah SWT agar Covid-19 hilang.

Baca Juga

"Insya Allah tolong disampaikan ke publik, Pemkot Bandung akan menyelenggarakan doa bersama untuk menyelamatkan Kota Bandung dari musibah Covid-19 Jumat 2 Juli pukul 09.00 pagi," ujar Wali Kota Bandung, Oded M Danial belum lama ini.

Dia mengatakan, pihaknya berupaya optimal dengan berbagai cara untuk menekan penyebaran Covid-19. Doa bersama merupakan salah satu ikhtiar agar pandemi Covid-19 segera hilang. 

"Kegiatan melibatkan forum lintas agama, forum komunikasi pimpinan daerah, perangkat daerah dan masyarakat. Pelaksanaan secara daring, zoom meeting dan youtube," katanya.

Oded mengatakan kegiatan doa bersama kepada Allah Swt dilakukan sebagai wujud ikhtiar dan penyempurnaan dalam meminimalisasi penyebaran Covid-19. Dengan harapan masyarakat terjaga dari bahaya virus Corona yang semakin hari semakin mencekam.

Pusat data dan informasi Covid-19 Kota Bandung melansir hingga Rabu (30/6) jumlah total kasus positif Covid-19 mencapai 24.613 dengan kasus harian mencapai 287. Kasus konfirmasi aktif mencapai 2.834, 21.302 orang sembuh dan 477 orang meninggal dunia.

Sebanyak 10 kecamatan penyumbang tertinggi kasus positif aktif Covid-19 yaitu Bojongloa Kaler 216 kasus, Batununggal 192 kasus, Rancasari 161 kasus, Antapani 159 kasus, Cicendo 156 kasus. 

Arcamanik 146 kasus, Coblong 138 kasus, Ujungberung 138 kasus, Panyileukan 135 kasus dan Bandung Kulon 122 kasus.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA