Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Tren yang Bisa Dicoba untuk Hidup Lebih Bugar

Rabu 30 Jun 2021 06:45 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi tidur. Batasi penggunaan gawai dan coba lakukan hal lain untuk hidup lebih bugar.

Ilustrasi tidur. Batasi penggunaan gawai dan coba lakukan hal lain untuk hidup lebih bugar.

Foto: Needpix
Terapkan gaya hidup sehat agar tubuh lebih bugar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merawat kesehatan tentunya merupakan prioritas utama. Kesejahteraan fisik dan mental bisa dicapai dengan menjalani gaya hidup sehat. Berikut beberapa tren kesehatan yang bisa dijadikan rutinitas harian, dikutip dari laman Reader's Digest.

- Detoks digital
Tidak dimungkiri bahwa saat ini ada banyak energi negatif menyebar di jejaring media sosial. Salah satu pelajaran terpenting yang bisa diambil selama pandemi ialah pentingnya kemampuan untuk memilih apa yang dikonsumsi dari media sosial supaya tidak mengganggu kewarasan.

Kabar baiknya, membatasi penggunaan digital alias detoks digital jadi konsep yang cukup ngetren. Cara melakukannya sesederhana mengurangi akses media sosial dan menonton televisi atau membatasi pemakaian gawai sedikitnya sehari dalam sepekan.

Sebagai gantinya, habiskan lebih banyak waktu dengan diri sendiri dengan berjalan-jalan di ruang terbuka hijau, bermeditasi, membaca, atau mengerjakan proyek kreatif. Ini akan membantu seseorang memutuskan hubungan dari kebisingan di sekitar dan lebih mengenali diri.

- Menjaga usus
Tren mencintai usus juga jadi kebiasaan populer. Memang sulit untuk meninggalkan makanan favorit, tetapi mengurangi gula dan lemak ekstra dari menu harian akan memiliki banyak keuntungan kardiovaskular. Fokuslah pada makanan bernutrisi dan baik untuk kesehatan.

Makanan dan minuman kaya probiotik yang membantu meningkatkan kesehatan usus dan tubuh secara keseluruhan kini sedang naik daun. Salah satunya adalah kombucha, teh jamur yang berasal dari Asia Timur dan diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA